Showing posts with label opini. Show all posts
Showing posts with label opini. Show all posts

Jun 21, 2013

Authentic Happiness, Mengubah Cara Pandang

"Jika hari ini sama dengan hari kemarin, maka kamu termasuk orang yang merugi"

Pernah denger kalimat itu?
Atau malah sering denger kalimat itu?
Kalo gue sih, kalimat itu ngga hanya pernah didenger, melainkan sudah melekat dalam skema pikiran. 

Jadi, Gue.....
Paling ngga suka kalo hal yang terjadi sekarang sama gagalnya dengan masa lalu. Paling ngga suka masa lalu dijadikan alasan kegagalan. Paling ngga suka mengungkit hal-hal buruk masa lalu tanpa melihat hal-hal positif yang berada dibalik itu semua. Paling ngga suka melihat hal dalam masa lalu hanya dari satu sudut pandang. Paling ngga suka hanya berkomentar dan mengkritik, TANPA MELAKUKAN PERUBAHAN. Paling ngga suka memaksakan kondisi yang menambah banyak hal negatif yang terjadi. PALING NGGA SUKA KALO SAMPE MASA LALU MENGGANGGU MASA SEKARANG.

Ketika masa lalu sudah terlewati, berarti lo memiliki masa sekarang untuk melakukan sebuah PROSES PERUBAHAN? BUKANKAH BEGITU? Yaa, walau mungkin setiap orang memiliki definsi PROSES yang berbeda-beda. 

Kalo gue sih, sekarang baru mulai mengakui bahwa yang kesalahan di masa lalu, bukan gara-gara DIRI  LO SENDIRI, atau ORANG-ORANG DIMASA LALU, atau LINGKUNGAN MASA LALU, atau, NASIB DI MASA LALU, atau WAKTU DI MASA LALU, melainkan karena CARA PANDANG ELO


Tere Liye, novel 'Daun yang jatuh tak pernah membenci angin'; 
"Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan, mengikhlaskan semuanya.

Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawa pergi entah kemana."


All to well, cara pandang gue sekarang memunculkan authentic happines tersendiri. Menurut Seligman (2002), meskipun masih banyak hal yang tidak dapat dikontrol,  akan tetapi hal yang dapat kita kontrol adalah cara pandang. Masalah atau kejadian se-negatif apapun kalo kita bisa mengatur cara pandang kita menjadi positif dan menghasilkan persepsi positif, tentunya hal itu akan kita anggap menjadi hal biasa dan tidak menyulitkan hidup kita.

Ketika ada kesalahan atau kejadian buruk di masa lalu, maka jangan mengutuk semua hal di masa lalu. Cukup satu, salahkan cara pandangmu yang salah di masa lalu. Fokus pada hari ini untuk mengubah cerita di hari esok. Jangan pernah menutup diri dari pengalaman masa lalu! Karena, sesungguhnya masa lalu lah yang menghadirkan cerita hidupmu di hari ini. Ketika masa lalu mu berbeda tentu cerita dihari ini juga berbeda, right? Menyalahkan dan mengutuk kesalahan lo di masa lalu sama saja seperti menyalahkan dan mengutuk keputusan dirimu sendiri di masa lalu. Terima lah dengan ikhlas kesalahan atau kekonyolan di masa lalu atau kejadian yang telah terjadi. Tapi, jangan pernah menerima KESALAHAN DALAM CARA MEMANDANG.

Kebahagiaan adalah menginginkan segala hal yang telah  didapatkan. Kesuksesan adalah mendapatkan segala hal yang diinginkan. 


May 22, 2013

Cara Agar Pulsa IM3 Tidak Berkurang Sendiri untuk Pengguna Blackberry

Jadi..
Akhir-akhir bulan ini gue merasa kebingungan dikarenakan pulsa gue ngilang entah kemana. Pulsa 25.000 biasanya hanya bertahan dalam 3 hari. Pulsa 50.000 hanya untuk seminggu. Bukan karena gue pake telepon atau sms, melainkan kesedot untuk hal yang sesungguhnya juga ngga gue ketahuin.

Bulan ini gue semakin compulsif untuk nge-cek pulsa. Pukul 17:32 WIB gue lihat pulsa gue sisa Rp 22.919. Kemudian 17:32 WIB selanjutnya gue cek pulsa gue bersisa Rp 22.499. Selanjutnya lagi gue cek pukul 19:00 pulsa gue bersisa Rp 20.323. Setelah itu gue ngga ngecek pulsa lagi. 

Esok harinya, 05:30 WIB gue cek pulsa bersisa Rp 13.909. Akhirnya gue menyimpulkan selama ini gue ngga salah bahwa pulsa gue emang hilang entah kemana. Setelah mencoba mencari cara ternyata setting APN gue salah.

Nah, ini settingan APN blackberry untuk OS 6 agar pulsa im3 tidak berkurang dengan sendirinya.

PERTAMA : buka OPTIONS >> DEVICE >> ADVANCED SYSTEM SETTING >> TCP IP { lihat gambar dibawah dan ikuti ,check list APN Setting Enable, pada APN isi dengan Blacberry.net,, APN Authentication Enable ga usah di Check List}

Cara Setting APN Access Point Name Pada BlackBerry


KEDUA : buka OPTIONS >> DEVICE >> ADVANCED SYSTEM SETTING >> SERVICE BOOK
pada SERVICE BOOK cari WAP2 Transport, kemudian DELETE.



KETIGA : buka OPTIONS >> DEVICE >> ADVANCED SYSTEM SETTING >> BROWSER PUSH

PUSH SERVICE

  • Enable Push (CheckList)
  • Enable MDS Push (CheckList)
  • Enable WAP Push (DON'T Check)
  • Allow WAP Push Applications (DON'T Check)


Nah, semoga bermanfaat bahan sharing gue kali ini. 



Sesungguhnya Setelah Kesulitan Akan Ada Kemudahan

May 21, 2013

Alumni Gathering CEDS UI 2013

21 Mei 2013.

Minggu ini penuh deadline setiap harinya. Selalu ada kewajiban yang harus dikeluarkan (as usual). Entah itu tugas kelompok, tugas individu, kuis, atau pemahaman materi yang diuji di kelas. Setiap mata kuliah, bisa dikatakan ada tugas. Kecuali, mata kuliah Pengantar Pengukuran Psikologis (P3). Dosen gue adalah Bu Derry. Bisa dikatakan bahwa Bu Derry adalah salah satu dosen yang loyal dan sangat mengerti dengan keinginan para mahasiswa. Bu Derry jarang sekali neko-neko mengenai tugas, kecuali memang peraturan tertulis dari koordinator P3. Gue merasa lebih leluasa bernafas di kelas P3 yang paling nyantai, bisa sambil nge-blog, baca  buku cetak mata kuliah lain, mengobrol, dan mondar-mandir sesuka hati. Mengobrol dan mondar-mandir sebenarnya bukan tingkah laku gue sih hehe

Back to the topic.

18 Mei 2013. Tiga hari yang lalu, salah satu program kerja divisi gue di CEDS UI, Public Relation (PR) untuk pertama kalinya menjalankan acara eventual. Maklum, kebanyakan acara kami tentatif mengingat peran sebagai penjaga relasi. Ceeilleeh bahasenye...

Jadi, all too well, Alhamdulillah Alumni Gathering versi 1 selesai sesuai tujuan.
Diawali dengan sharig-sharing alumni kemudian diakhiri dengan pembentukan kepanitiaan Ikatan Keluarga Besar (IKB) CEDS UI. Dimana nantinya  kepanitiaan IKB ini akan membantu dalam Family Gathering CEDS  UI (Alumni Gathering versi 2) untuk membentuk Ikatan Alumni CEDS UI yang akan diadakan di Bulan September akhir atau Oktober awal. 

Gue bersyukur dan terima kasih kepada tim PR kesayangan. Yang selalu mengerti dan gesit bertindak. Mulai dari PO, Izzah yang sangat tegar dan siap tanggap dari dua bulan yang lalu. Banyak sekali yang dikorbankan oleh anak gue satu ini, waktu, keringat, dan perasaan. Tabah banget kamu, Nak <3 ai lop yu pol, dah! Gue nggak merasa kecewa sedikitpun atas pilihan menjadikan lo sebagai PO.

Selanjutnya, also thanks to Ayu, Wakadiv sekaligus pendamping setia gue baik suka maupun duka. Ayu termasuk young lady yang ajaib. Bisa tidak mati kutu dimana saja, gesit, LINCAH, dan sangat pintar dalam menyimpan perasaan. Tapi, walaupun begitu dia terbuka terhadap saran dan kritik untuk gue :') 

Terimakasih juga untuk Icha, Floren, Munif, Dede, Alfi, Ifti, Dewi, Khansa, Chairul, Setya, dan Aini atas kerjasama, senyum, semangat, dan setiap usaha juga doa yang dikeluarkan. Mereka keajaiban bagi gue. Icha dan Munif yang selalu bisa bikin gue tersenyum dan ketawa melepas beban. Gue suka setiap lelucon, kata-kata konyol, ataupun ekspresi kocak yang mereka lontarkan :') mampu membuat gue dan yang lain tak berkedip. Terima kasih juga buat Chairul, aset berharga buat CEDS UI. Ketika lo pada bosan dan bingung sebaiknya melakukan apa, Nah cukup berikan gitar pada Chairul untuk mengiring setiap lagu yang kita nyanyikan. a.k.a karoke gratis tanpa video dan membaca lirik lagu. 

Berbeda dari yang lain, yang paling melankolis, mudah terharu dan menangis adalah Dewi. Saat teambuilding CEDS UI 2013 gue juga menyaksikan dengan saksama bagaimana Dewi menangis karena tercebur dalam kolam renang yang cukup dalam. Nah, saat evaluasi Alumni Gathering kemarin gue menyaksikan juga bagaimana Dewi terharu atas hasil kerja yang dia lakukan. Duh, anak gue..

By the way, Ada kata-kata Dewi yang buat gue cukup bersedih,

"Kak, nanti aku mau nyoba SNMPTN lagi. Yah, kalo lolos berarti aku engga lanjut lagi.. Soalnya aku bukan milih UI lagi" 

Bakal kehilangan satu anak dong gue. Sejauh ini sudah ada satu anak yang bener-bener menghilang tanpa jejak. Gue berusaha untuk follow up dia kok, tapi apa daya berencana tak semudah melakukan. Read:bukan Dewi!

Dan, yang paling sering begadang serta mondar-mandir, terimakasih Setya. Terimakasih telah mengimplementasikan konsep dekorasi yang gue harapkan. Maafkan gue ya terlalu banyak menyumbang ide sampe lo agak susah bergerak. Sejujurnya gue tahu lo sibuk di BEM UI dan Pimnas. Setidaknya, gue berusaha mengurangi beban konsep lo walau tapi menambah beban teknis yaaak, hehe Good Luck for your Pimnas :D Eh iya, Setya adalah anak gue yang paling sering ngegodain dan tak segan membajak bbm gue! HAHA

Gue mau menceritakan mengenai anak-anak gue yang lain juga sih, tapi sekarang waktu telah menunjukan pukul 00:32 WIB 22 Mei 2013. Tugas kelompok gue belum kelar, menonton temple grandin pun belum kelar. Mungkin dilain kisah dan waktu, gue bakal menceritakan tentang anak-anak gue yang lainnya yaa :D


Terimakasih untuk siapa pun, dimana pun, dan kapan pun yang telah menorehkan cerita dan proses 
Sesungguhnya, gue selalu mencoba melihat dari sisi positif dari setiap pengalaman dan pembelajaran yang gue dapatkan dari kalian 
18 Mei 2013



GOOD NIGHT AND GOOD MORNING.

May 15, 2013

Perjalanan Demi MetpenStat III



14 Mei 2013 lalu saya dan kelima anggota kelompok saya melakukan pengambilan data untuk tugas akhir mata kuliah Metodologi Penelitian dan Statistik III di salah satu SD Swasta di wilayah Pejaten Timur. Karena tempat tidak terlalu jauh, saya bersama ketiga teman saya memutuskan untuk naik angkutan umum kesana. Sedangkan dua teman saya lagi mengendarai motor sembari membawa perlengkapan field study yang seabrek. 

Saya dan ketiga teman saya pertama-tama naik angkutan kota 04 dari Jalan Raya Margonda untuk sampe ke Terminal Pasar Minggu. Kebetulan kami mendapatkan angkutan kota yang kosong, sampe wilayah Lenteng Agung angkutan kota hanya berisi kami 4 orang dan satu pria yang duduk dikursi sebelah sopir. Sejauh itu, keadaan dalam angkutan kota masih aman dan nyaman.

Sampe akhirnya di depan Stasiun Tanjung Barat mulai banyak orang menaiki angkot itu. Hingga hanya tinggal satu tempat duduk kosong sebelah teman saya. Beberapa menit kemudian diisi oleh seorang anak kecil berusia  sekitar 10-13 tahun. Anak kecil ini menggunakan baju dan celana yang dekil. Sangat terlihat kakinya penuh kurap dan kotor karena anak ini menggunakan celana pendek selutut. Anak ini juga menggunakan sandal jepit yang telah kotor dan ukurannya jauh lebih besar dari ukuran kakinya. 
Saya sendiri langsung merasa tidak nyaman atas kehadiran anak ini. Awalnya saya dan teman saya mengira anak ini akan bernyanyi untuk mendapatkan uang a.k.a mengamen. Namun ternyata tidak, anak ini hanya duduk diam didalam angkutan kota itu. 

Satu per satu penumpang mulai turun. Kebutulan saya dan Ririe duduk berdampingan di bagian kursi panjang bermuatan 6 orang. Saya duduk tepat dibelakang sopir, sedangkan Ririe berada disebelah kiri saya. Disebelah kiri Ririe duduklah ada anak kecil tersebut. Saya mencoba mengamati anak itu. 

TERNYATA... Yang saya lihat, anak itu berusaha duduk mendekati Ririe. Padahal kursi cukup lapang dan kosong untuk duduk agak berjauhan. Sampe saya melihat tangan kanan anak itu mencoba meraih sesuatu dari saku celana atau tas Ririe. Kemudian mendadak saya kaget ketika Ririe mengatakan,

"tangannya bisa diam ngga!" (menatap kesal kepada anak kecil tersebut)

Saya tersenyum kepada ririe. Langsung saya duduk bergeser agak menjauh agar Ririe juga bisa menjauh duduk dari anak itu. Kemudian Ririe berkata sesuatu kepada saya,

"Udah dari tadi dia gitu sih" (ekspresi nyolot)

Kemudian didepan pintu ada penumpang yang turun dari angkutan kota. Ririe langsung pindah tempat duduk menjauh sembari menatap tajam anak kecil itu. Ririe juga langsung menggenggam dan memeluk tas nya. Anti dan Debbi yang dari perjalanan awal tertidur langsung terbangun dan menatap aneh dengan kelakuan Ririe. 

Saya tersenyum. Jadilah, saya, anak kecil, dan seorang ibu duduk dibangku yang cukup kosong untuk muatan 6 orang. Anak kecil itu duduk tepat disebelah saya. Saya tersenyum meringai sembari menampakan ekspresi disgust.

Anak itu menaikan kaki kanannya keatas kursi sembari tangannya menggaruk telapak kaki dan luka kakinya.  Kemudian karena saya membuang muka sembari makin menampakkan emosi disgust BANGET, anak itu langsung duduk menjauh paling pojok setelah seorang ibu turun dari angkutan kota itu. Jadilah saya hanya berdua bersama anak kecil tersebut dibangku bermuatan 6 orang, dan duduk dipojok masing-masing.

"Ihh.. Yaampun, ini anak merusak pemandangan banget. Wajar aja Ririe kesal dan nyolot. Cengengeasan lagi ke gw sama Ririe. Hueee.. segera dong sampe di terminal pasar minggu!" (gumam saya dalam hati)

Kemudian ketika tiba di terminal pasar minggu, kami langsung mencari angkutan kota 36. 
Akan tetapi,
Sebelum turun saya memperhatikan dengan tajam anak itu terlebih dahulu. Dia tidak membayar ongkos sama sekali. Dia terlihat bingung dan mengamati apa yang saya dan teman-teman saya lakukan. Ririe langsung turun lebih dahulu kemudian saya dan baru giliran dua teman saya yang lain. 

Karena saya mulai merasa makin tidak nyaman, saya langsung berkata,

"Bang, 4 orang ya" (Sembari langsung menaruh uang ongkos dibangku penumpang depan dan mengabaikan sopir yang sedang sibuk mengembalikan uang kembalian bapak-bapak yang juga turun bersamaan dengan kami)

Saya langsung menarik tangan Ririe dan mengajak menjauh dari angkutan itu. Kemudian Anti dan Debbi buru-buru menyusul saya dan Ririe. Saya sudah merasa aman karena kami berjalan sengaja memutari terminal untuk menjauhkan diri dari anak itu. 

"Ih!" (saya kaget ketika menoleh ke belakang dan melihat anak itu mengikuti saya)

“tadi anak itu ngga sopan banget! Dia nyenggol bagian belakang aku” (debbi berbisik)

“Maksudnya mau ngambil sesuatu?” (Anti bertanya)

Kami terdiam.
Saya langsung mengomel dan menggerutu. Ini anak tidak sopan. Membuntuti saya dan teman-teman kemudian melempar senyum-senyum yang tidak sopan.
Ketika kami bertiga berjalan sejajar, Ririe berlari kesal dan paling depan sendirian. Kemudian anak itu mengejar Ririe yang sendirian sambil senyum-senyum. Kami berusaha berlari menjauh, EH dia malah berlari makin mendekati kami. Kami berusaha berjalan lebih pelan dari dia, dia malah berjalan jauh lebih pelan dari kami. Kami melewati selasar terminal, dia mengikuti. Kami berjalan mengarah kolam, dia juga mendekati. Kami berhenti, EH dia juga berhenti.

Yang jelas, dia berada tepat dibelakang kami dan jaraknya tidak kurang dari 300 meter. BAYANGKAN.
Errrgghh, saya sudah pengen meluapkan emosi. Akhirnya saya berkata,

“Kamu ngapain sih ngikutin kami! Ngga sopan banget!” (saya menghardik dia. EH DIA TERSENYUM)

Akhirnya, kami masing-masing memegang tas kemudian memasukan handphone ke tempat yang aman kemudian berlari sekenceng mungkin untuk menjauh. Tapi, mendadak Ririe berlari ke arah yang berbeda. Ririe berlari ke pusat informasi yang tampak ada satpam. Kami heran, kemudian Ririe berkata,

“Aku laporin dia dulu” (Melengos sembari berlari)

Oh, kami mengerti. Ririe mau melaporkan anak itu ke Pusat Informasi Terminal Pasar Minggu. Kami langsung memutar arah dan berlari mengikuti Ririe. Anak itu kembali senyum-senyum tapi berlari menjauh dari kami. Kami makin mendekati arah satpam, kemudian anak itu berlari sangat kenceng sampai tidak terlihat lagi.

Kemudian satpam keluar dan berkata,

“Yang mana anaknya? Dia ngapain kalian?” (tanya satpam)

“Itu Pak dia sudah lari, ngga tau kemana lagi. Takut kayaknya karena mau dilaporin” (timpal saya)

“haha.. emang dari mana dia mulai naik angkot tadi?”

“tanjung barat. 04.” (bersamaan)

“Oh, mungkin dia orang gila kali atau memang mau nyolong” (kata seorang ibu yang sepertinya barusan saja habis melaporkan kehilangan barang)

“Yasudah sekarang kan sudah ngga ada lagi. Emang kalian pada mau kemana?” (tanya satpam)

“ke strada. Mau naik 36” (debbi menjawab)

“Oh yaudah, kalian tunggu disitu saja bentar lagi palingan lewat kok” (satpam menunjuk ke pojok tempat menunggu)

Kami tersenyum lega dan berterimakasih kepada bapak dan ibu yang cukup menenangkan kami.
Diperjalanan kami sangat siaga jikalau melihat anak kecil memasuki angkot yang sama dengan kami. Kami merasa bahwa ini menjadi salah satu hal yang menimbulkan persepsi negatif terhadap anak-anak jalanan. Ya, tapi mau gimana lagi. Karena kami memang mengalami hal yang tidak mengenakan. Ada baiknya sih berpikir positif melihat situasi kondisi dahulu. Tapi, kalau keadaan sudah begitu yaa mau gimana lagi- Ini adalah satu hal yang paling bikin tambah malas dan was-was naik angkutan kota.


May 14, 2013

Percaya

Saya percaya pada apa yang terlihat secara visual dan sinkron dengan perasaan. Memang meyakinkan hati tidak semudah berbicara. Mulut bisa berkata A tapi hati dan pikiran berkata B. Membuktikan memang tidak segampang menikmati hasil pembuktian. Namun, kenyataan proses yang paling manis adalah proses pembuktian. Sesungguhnya manis hadir dari adanya hasil pembuktian yang benar dan nyata.

Dec 3, 2012

Analisis Iklan Layanan Masyarakat dan Komersial Mata Kuliah Psikologi Media

Ini adalah tugas ujian tengah semester Psikologi Media yang dikerjakan dengan power of kepepet. Tugas ini benar-benar penuh perjuangan mengerjakannya ditengah kesibukan tugas-tugas kuliah dan aktivitas kepanitiaan. Semoga bisa bermanfaat bagi pembaca.


Analisis Iklan
Sukseskan Penanaman 1 Milyar Pohon dan Cerebrofit



1. Pendahuluan
Media massa merupakan salah satu alat komunikasi yang memberikan banyak informasi, baik aktual maupun faktual kepada masyarakat. Media massa baik berupa koran, majalah, radio, maupun televisi merupakan media massa yang kebanyakan memberikan informasi satu arah. Salah satu media massa yang modern dan tiada hentinya memberikan informasi adalah televisi. Televisi melalui tayangan-tayangannya mampu mempengaruhi daya informasi yang ditangkap oleh masyarakat. Hal ini dikarenakan informasi-informasi yang ditayangkan memberikan pengaruh tersendiri pada tingkah laku dan pola pikir masyarakat. Selain itu, televisi juga cukup berperan bagi masyarakat dalam proses sensasi pikiran. Masyarakat yang menonton televisi hanya mampu menerima tanpa bisa melakukan konfimasi atau afirmasi langsung terhadap informasi yang diberikan.
Salah satu jenis tayangan televisi yang memiliki porsi tayangan hingga ratusan kali per hari adalah iklan. Setiap hari tayangan iklan yang ditampilkan kebanyakan bertujuan untuk komersial, hanya sedikit saja untuk layanan masyarakat. Salah satu contoh tayangan iklan komersial adalah iklan produk kesehatan cerebrofit, sedangkan salah satu contoh iklan layanan masyarakat adalah penanaman pohon sebanyak 1 milyar. Kedua iklan ini bertujuan untuk mempersuasif masyarakat agar berprilaku dan bersikap sesuai dengan yang diinginkan perancang iklan. Iklan cerebrofit bertujuan agar masyarakat membeli produk kesehatan mereka tersebut, sedangkan iklan layanan masyarakat mengenai penanaman pohon bertujuan agar masyarakat mengetahui dan menjaga esensi penanaman pohon.
Hal ini dapat berdampak baik sekaligus buruk bagi tingkah laku dan pola pikir masyarakat. Iklan seharusnya dapat dikritisi secara cerdas dan benar agar tidak mempengaruhi tingkah laku dan pola pikir masyarakat ke arah yang tidak diinginkan atau terjerumus mengarah tujuan perancang iklan. Masyarakat juga harus menyadari bahwa menonton iklan tanpa mengkritisi hanya akan berdampak sebagai perceived reality.
2. Observasi
      Observasi iklan ini dilakukan pada dua iklan tayangan televisi, yaitu iklan layanan masyarakat penanaman 1 milyar pohon dan iklan komersial produk kesehatan cerebrofit.
 2.1. Iklan Produk Kesehatan Cerebrofit
Dalam iklan cerebrofit, terlihat situasi kelas dimana ada seorang guru yang sedang melatih kecakapan hitung dan pola pikir anak muridnya. Sosial setting kelas ini diatur sedemikian rupa dengan lukisan-lukisan anak didinding, bangku tempat duduk, dan meja anak-anak yang sesuai dengan ukuran badan anak murid dikelas tersebut. Iklan ini diiringi dengan musik yang membuat suasana terlihat santai.
Pada awal iklan, terlihat ada seorang anak mengenakan kaos oranye yang aktif menunjukan kemampuannya. Anak tersebut menjawab dengan gesit setiap pertanyaan gurunya. Ketika ditanya mengenai jumlah jerapah yang ada dipapan tulis, anak tersebut menjawab dengan cara berbeda dari anak yang lainnya. Dia tidak hanya mengacungkan tangan dan meneriakan jawaban, melainkan juga mengangkat papan angka yang merupakan jawaban dari pertanyaan gurunya. Gurunya tersenyum dan bertepuk tangan atas jawaban muridnya yang benar.
Sikap guru yang melatih anak-anak muridnya sembari senyum menunjukan sikap yang positif terhadap kemampuan-kemampuan anak muridnya. Pertanyaan kedua yang memerlukan kemampuan berjalan atau berlari pun bisa dijawab oleh anak berkaos oranye tersebut. Dia segera berlari kedepan kelas dan memasang mata jerapah pada boneka jerapah yang tinggi. Temannya yang berlari dan mencoba memasang mata jerapah kesusahan karena tinggi jerapah yang jauh lebih tinggi dari ukuran badannya. Anak tersebut langsung menekuk mukanya, dan mengernyitkan dahi melihat anak berkaos oranye yang sedang tersenyum. Pada ujung iklan ada tulisan yang diiringi musik “Tumbuh tinggi dan cerdas bersama cerebrofot gold”. Setelah itu, tampak seorang anak yang senyum lebar hingga terlihat giginya yang putih sedang memainkan hadiah permainan puzzle upin ipin produk cerebrofot gold tersebut. Anak tersebut bersorak gembira karena berhasil menyusun puzzle upin ipin tersebut.
Iklan ini diiringi dengan musik yang awalnya santai kemudian berubah menjadi tempo semangat diakhir iklan. Selain tempo musik yang berbeda di awal dan akhir, alur cerita dalam iklan ini menunjukan spesifikasi tersendiri. Pada awal iklan, diceritakan mengenai anak yang cerdas menjawab pertanyaan gurunya dan memiliki postur tubuh yang jauh lebih tinggi dari teman-temannya. Kemudian, diakhir cerita tampak produk kesehatan cerebrofit yang menyimpulkan bahwa anak dapat tumbuh tinggi dan cerdas bersama cerebrofit. Cara penyampaian yang sederhana melalui verbal dan non-verbal membuat iklan ini lebih mudah dipahami bagi anak-anak, orangtua, dan masyarakat umum. Contoh dari bahasa verbal yang digunakan antara lain cerdas dan intonasi nada bicara yang naik turun, sedangkan contoh bahasa non-verbal yang digunakan antara lain tepuk tangan dan senyum.
2.2 Iklan Sukseskan Penanaman 1 Milyar Pohon
Iklan untuk menyukseskan penanaman 1 milyar pohon ini merupakan iklan layanan masyarakat yang menggambarkan peran penting dalam penanaman pohon-pohon. Dalam iklan digambarkan alur cerita yang jelas mengenai setiap peran penting pohon bagi kehidupan sehari-hari. Dalam iklan  ditayangkan ada enam peran penting pohon yang disampaikan secara sederhana menggunakan bahasa verbal dan non-verbal. Enam peran penting tesebut yaitu, penghasil oksigen, penangkal banjir dan longsor, sebagai cadangan air bersih, sumber pangan, sumber papan, dan penyejuk udara.
Pada awal iklan dimulai dengan musik klasik dan kalimat yang bertulisan bahwa pohon itu sumber rezeki. Adegan ini menampilkan sepasang suami istri yang sudah berusia lanjut sedang menghirup oksigen sembari tersenyum. Sepasang suami istri tesebut saling bergantian menatap pepohonan hijau disekelilingnya.  Kemudian, berganti dengan adegan dimana seorang pemuda sedang menanam bibit pohon dalam plastik hitam kecil yang telah berisi tanah. Tanaman-tanaman itu disiram dengan air dan digabungkan dengan bibit-bibit pohon yang telah disiapkan untuk ditanam diladang. Pemuda tersebut terlihat tersenyum sembari menghela nafas lega melihat pohon-pohon tersebut. Tidak lama kemudian ada tulisan yang bermakna bahwa pohon sebagai penangkal banjir dan longsor.
Adegan ketiga merupakan adegan yang memperlihatkan bahwa pohon-pohon menghasilkan cadangan air yang bersih. Adegan ini dimulai dengan perempuan yang menengadahi air embun yang terjatuh didaun dengan gelas. Setelah itu, ditampilkan satu keluarga yang sedang makan buah-buahan dan sayur-sayuran ditengan pepohonan. Buah-buahan dan sayur-sayuran tersebut berwarna cerah dan mengkilap. Tidak lama kemudian terlihat tulisan bahwa pohon sebagai sumber pangan. Selain itu, ditampilkan juga seorang bapak atau insinyur yang sedang membuat rumah menggunakan pondasi dasar pohon. Dengan kata lain, pohon bisa dijadikan sebagai sumber papan. Kemudian, ditampilkan anak-anak yang sedang bermain ditengah pepohonan sembari tersenyum dan menghirup udara segar. Setelah adegan terakhir, iklan ini ditutup kembali dengan tulisan yang mengatakan bahwa banyak pohon maka banyak rezeki.
Setiap perilaku dalam adegan iklan ini menampilkan bahwa pohon banyak memberi manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Alur yang jelas dalam setiap adegan memudahkan dalam memahami bahasa verbal dan non-verbal. Bahasa verbal menggunakan kalimat-kalimat dan bahasa non-verbal menggunakan gambar-gambar membuat cara penyampaian informasi yang tidak menoton. Musik yang rileks mengiringi iklan ini membuat diri mampu persuasif untuk melakukan gerakan menyukseskan penanaman 1 milyar pohon.
3. Analisis
Iklan produk kesehatan cerebrofit dan penanaman 1 milyar pohon memiliki beberapa perbedaan dalam hal tipe iklan dan tujuan iklan, dampak iklan, teori-teori iklan yang digunakan, dan psychological appeal. Berikut penjelasan mengenai keempat hal tersebut.
3.1 Tipe dan Tujuan Iklan
            Iklan cerebrofit termasuk dalam tipe iklan komersial atau menjual. Tipe iklan komersial merupakan tipe iklan yang membujuk dan persuasi penonton agar membeli produk yang ditayangkan. Hal ini senada denga tujuan iklan komersial, yaitu untuk mempengaruhi dan membentuk realitas baru bagi penonton. Perancang iklan merancang iklan yang mampu menarik perhatian banyak penonton untuk membeli dan menggunakan produk ini dalam jangka panjang atau berkelanjutan. Iklan ini juga berusaha menumbuhkan kebutuhan penonton akan produk kesehatan yang dapat membantu mencerdaskan anak dan menambah postur tinggi anak. Tipe iklan ini berusaha untuk mencari profit, salah satunya dengan cara memberi informasi melalui iklan mengenai hadiah yang akan didapat apabila memberli produk ini dalam jangka waktu tertentu.
            Berbeda dengan iklan cerebrofit yang tergolong komersial, iklan penanaman 1 milyar pohon merupakan tipe iklan layanan masyarakat. Tipe iklan ini merupakan iklan non-profit dan mengutamakan hal-hal yang dapat membangun kenyamanan hidup masyarakat. Iklan ini bertujuan untuk memberikan himbauan agar masyarakat menjaga esensi pohon sebagai penghasil oksigen, penangkal air dan banjir, cadangan air bersih, sumber pangan, sumber papan, dan penyejuk udara.

3.2. Teori Komunikasi Media Massa Iklan
a. Teori Sosial Cognitive
Perilaku ini dimulai dengan mengamati perilaku orang lain dan meniru perilaku yang diamati tersebut (Harris, 2004). Teori social cognitive erat berkaitan dengan teori Bandura “social learning”. Apabila dikaitkan dengan media, menurut Bandura (2002; Harris, 2004) terdapat empat sub-fungsi observasi media. Pertama, seseorang harus terkena exposed dari media. Kedua, harus mampu memahami dan mengingat apa yang diamati secara simbolis (encode). Ketiga, mampu menerjemahkan konsep-konsep simbolis kedalam tingkah laku yang sesuai. Keempat, adalah motivasi baik internal maupun eksternal.
Iklan cerebrofit berusaha untuk menggambarkan bagaimana pentingnya kecerdasan anak dan penambahan postur tubuh tinggi anak dengan minum produk cerebrofit. Iklan ini berusaha menampilkan informasi bahwa anak dalam iklan tersebut cerdas dan tinggi setelah minum cerebrofit. Iklan ini juga berusaha mempengaruhi anak-anak untuk melakukan imitasi terhadap iklan yang dirancang dengan objek tokoh anak pra sekolah. Hal ini dilakukan agar anak tertarik untuk meniru perilaku minum cerebrofit yang dilakukan anak yang bisa dianggap seusia dengan dirinya. Iklan ini juga berusaha menghadirkan simbolis seperti hadiah puzzle upin ipin. Anak dalam iklan tersebut juga terlihat bersorak gembira saat memainkan puzzle tersebut. Hal ini bisa mempengaruhi anak untuk tertarik membeli cerebrofit tersebut. Selain itu, orangtua juga dapat terpengaruh membeli produk ini karena selain esensi iklan yang terlihat natural, hadiah cerebrofit juga bisa dijadikan hadiah mainan untuk anaknya.
Berbeda dengan iklan cerebrofit, iklan penanaman pohon berusaha mengajak para penonton untuk menanam dan menjaga pohon. Hal ini dilakukan untuk mempengaruhi pikiran masyarakat supaya turut menjaga kenyamanan lingkungan bersama. Hal yang paling mempengaruhui kognitif penonton adalah objek tokoh yang beragam mulai dari anak-anak hingga yang usia lanjut. Selain itu, kalimat-kalimat yang sederhana namun bermakna disetiap adegan juga dapat mempengaruhi kognitif penonton agar dapat melakukan gerakan penanaman pohon.
b. Teori Cultivation
Teori ini merupakan teori yang memberitakan mengenai hal-hal yang diberitakan secara berulang-ulang agar penonton terpengaruh dan persuasif (Sarwono, S.W. & Meinarno, E. A., 2004). Salah satu poin penting dalam teori cultivation adalah perubahan dari orang-orang yang mempunyai berbagai persepsi tentang realiti sosial menjadi persepsi yang sama, dimana penonton mempelajari fakta dengan cara mengamati apa yang ditanyangkan televisi (Harris, 2004). Dalam teori cultivation media atau khususnya televisi dianggap mempunyai pengaruh berkepanjangan yang kecil, gradual, tidak langsung tetapi signifikan dan kumulatif. Apabila iklan cerebrofit maupun penanaman 1 milyar pohon ditayangkan secara berulang-ulang hingga seseorang yang mencoba menolak akhirnya melakukan hal yang sesuai dengan iklan, maka orang tersebut telah terpengaruh efek cultivation ini. Pengaruh iklan dalam teori ini tidak bersifat langsung, namun ada proses dan tahapan yang tidak disadari penonton. Hal ini dipengaruhi oleh frekuensi menonton media, memory traces, formulate beliefs, dan media sosial reality.
c. Teori uses & gratification
Pada umumnya, para perancang iklan baik iklan komersial maupun layanan masyarakat berusaha agar penonton memilih dan menggunakan cara yang digunakan dalam iklan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sesuai dengan teori uses & gratification (Blumer & Katz, 1974; Harris, 2004). menekankan pada peran aktif dari penonton atau penggunan media untuk memilih dan menggunakan media tertentu. Pengguna media mencari sumber media yang dapat memenuhi kebutuhannya
d. Agenda Setting
Menurut McCombs & Gilbert (1986; Harris, 2004)  agenda setting adalah kemampuan dari media massa untuk membentuk kognisi penonton dan melakukan perubahan dari kognisi yang sudah ada. Dari pengertian ini, dapat disimpulkan bahwa perancang iklan berusaha agar penonton membentuk framing baru mengenai iklan ini. Iklan cerebrofit mencoba melakukan framing melalui gambar-gambar dan boneka-boneka dalam iklan agar anak-anak mengasosiakan benda-benda tersebut dengan produk cerebrofitnya. Berbeda dengan iklan cerebrofit, iklan penanaman 1 milyar pohon melakukan framing melalui penggunaan kata pada setiap adegan tokoh yang berganti. Hal ini juga dapat membentuk framing bahwa setiap mendengar kata-kata tersebut, seperti “Banyak pohon itu banyak rezeki” akan diasosiasikan dengan peran-peran pohon dalam membawa rejeki.
e. Teori Schema
Pengertian dari schema adalah bagian dari panduan tentang sebuah pemahaman dan ingatan tentang informasi yang sebelumnya (Brewer & Nakamura, 1984; Rumelhart, 1980; Thorndyke, 1984; Harris, 2004). Seseorang yang menerima informasi baru akan menyesuaikan informasi tersebut dengan informasi yang telah diterima sebelumnya. Setelah membentuk informasi baru, orang tersebut akan menyesuaika informasi baru tersebut dengan informasi berikutnya. Dalam iklan cerebrofit, hal yang disesuaikan adalah permainan baru dan obat yang diminum. Kadangkala, orangtua mengasosiasikan anak yang telah minum cerebrofit mampu menjadi cerdas dan tinggi. Ketika ada informasi baru mengenai produk yang mampu membuat anak cerdas dan tinggi, orangtua bisa saja tidak akan mempercayai hal itu atau bisa jadi terpengaruh dengan berita tersebut sehingga melupakan informasi mengenai cerebrofit sebelumnya.

3.3 Dampak Iklan
            Iklan yang ditayangkan dala televisi dapat memberikan berbagai dampak pada masyarakat yang menonton. Adapun menurut Gilles (2003) dampak-dampak yang dapat muncul dari tayangan-tayangan iklan tersebut adalah sebagai berikut.
a. Behavioural Effect. Setiap setelah menonton iklan cerebrofit atau penanaman pohon, penonton ingin meniru perilaku yang dilakukan oleh tokoh dalam iklan dan membeli produk dalam iklan.
b. Attitudinal Effect. Setiap melihat anak-anak minum cerebrofit, langsung mengasosiasikan bahwa anak tersebut mampu menghitung angka-angka yang dijumlahkan seperti dalam iklan. Lain hal dengan iklan penanaman pohon, setiap melihat orang menanam pohon maka akan mengasosiasikan bahwa orang tersebut akan banyak rejeki dan disukai banyak orang.
c. Cognitive Effect. Sebagai contoh, setiap menonton iklan selalu muncul pikiran   bahwa ini adalah obat cerdas dan penambah tinggi bohongan. Setiap menonton iklan penanaman pohon, menjadi berpikir bahwa menyesal pernah menebang pohon sembarangan atau tidak melestarikan pohon.
d. Physiological Effect. Sebagai contoh, selalu merasa detak jantung semakin cepat setiap melihat iklan cerebrofit. Sering merasa marah dan cemas setiap melihat orang yang menebang pohon sembarangan.
4. Perbandingan Kedua Analisis Iklan
4.1 Target Penonton
            Iklan cerebrofit dirancang dengan target penonton orangtua yang sedang memiliki anak-anak usia pra sekolah dan sekolah. Hal ini terlihat dari iklan yang digambarkan dalam social setting di kelas yang terdapat guru sedang mengajar. Selain itu, iklan ini tidak hanya mempengaruhi orangtua tapi juga menargetkan pada anak-anak. Hal ini dapat disimpulkan dari akhir iklan yang ditutup dengan anak yang sedang bermain puzzle upin ipin untuk menarik perhatian anak-anak.
            Berbeda dengan iklan cerebrofit, iklan penanaman pohon 1 milyar ini memiliki target penonton semua umur. Hal ini dapat disimpulkan dari tokoh-tokoh dalam iklan yang berasal dari berbagai umur. Esensi lain target penonton semua umur yaitu, semua orang dapat menanam pohon agar banyak rezeki dan mampu membantu menyukseskan penanaman 1 milyar pohon.
4.2 Psychological Appeal
4.2.1 Iklan Cerebrofit
            Iklan cerebrofit termasuk dalam fear appeals. Hal ini dikarenakan iklan ini melibatkan informasi mengenai kesehatan yang harus dijaga dan meningkatkan kecerdasan serta tinggi badan.
4.2.2 Iklan Penanaman 1 Milyar Pohon
            Iklan penanaman 1 milyar pohon termasuk dalam jenis informational appeals. Hal ini dapat dilihat dari informasi-informasi yang disajikan dalam iklan merupakan informasi-informasi untuk menghumbau membantu menyukseskan penanaman 1 milyar pohon.







5. Kesimpulan
Tipe dan tujuan iklan tergantung dari perancang iklan. Iklan komersial lebih mengarah untuk mencari profit dan lebih mengutamakan kepentingan sendiri, sedangkan iklan layanan masyarakat tidak berusaha mencari profit melainkan berusaha untuk memberikan himbauan kepada masyarakat agar lebih memperhatikan situasi di sekitar. Masyarakat sebagai penonton bisa mendapatkan pengetahuan dari suatu tayangan iklan, namun bisa juga menjadi korban dari tayangan yang ada. Terkadang informasi yang diberikan dan sebenarnya bersifat mengarahkan, bisa menjadi suatu bentuk pembodohan bagi masyarakat. Hal yang harus diperhatikan dalam iklan yang sesungguhnya memiliki tujuan baik sebagai media penyampaian informasi jangan sampai terkotori dengan hal-hal lain untuk kepentingan suatu pihak atau kepentingan media itu sendiri yang akhirnya berdampak negatif terhadap masyarakat. Dari analisis kedua iklan yang ada dapat disimpulkan bahwa satu informasi yang sama bisa menjadi sangat berbeda tergantung dari penyampaian berita dan agenda setting dari program iklan yang menayangkannya.
6. Rekomendasi
Filterisasi sebaiknya dilakukan masyarakat setiap kali menonton tayangan iklan. Hal ini untuk menghindari penonton hanya sekedar perceived reality belaka. Sebaiknya penonton tidak menerima informasi mentah dari tayangan iklan tanpa berpikir dengan kritis dan benar terlebih dahulu. Selain dari sisi masyarakat yang harus mampu mengkritisi informasi tayangan iklan, pihak pemerintah sebaiknya memperhatikan sisi tayangan iklan agar tidak merugikan salah satu pihak bila perlu membentuk badan pengawas iklan. Pihak media sebaiknya juga tidak hanya menitiberatkan pada keuntungan semata dan mengabaikan hak orang lain.


Daftar Pustaka
Giles, D. (2003). Media Psychology.  London: Lawrence Erlbaum Associates, Publishers.

Harris, R. J. (2004). A cognitive psychology of mass communication. New jersey: Lawrence Erlbaum Associates, Publishers.

Sarwono, S.W., Meinarno, E. A. (2009). Psikologi sosial. Jakarta: Salemba Humanika

Dec 2, 2012

Itu Cinta Katanya #1


Proses dimana kamu senantiasa merasa bersyukur
Proses dimana kamu senantiasa mudah merasakan manfaat positif
Proses dimana kamu merasa selalu bahagia
Proses dimana kamu seringkali tersenyum tanpa tahu apa sebabnya
Proses dimana kamu seringkali merasakan getaran ketika merasakan pertanda
Proses dimana kamu seringkali melihat cahaya dalam kegelapan
Proses dimana kamu seringkali merasakan sesuatu selalu ada didekatmu
Proses dimana kamu seringkali merasakan sesuatu itu ada dalam hatimu
Proses dimana kamu seringkali merasakan sesuatu itu ada dalam pikiranmu
Proses dimana kamu seringkali merasakan sok mampu membaca dan memahami sesuatu itu
Proses dimana kamu seringkali ingin mengatakan bahwa,
Dunia Begitu Indah



Terkadang, kamu tidak perlu menyatakan cinta. Karena cinta hadir tanpa izin dan pergi tanpa pamit. Cinta bukan hanya kepada-Nya, orang tua, saudara, keluarga, teman, dan lain-lain. Tapi, cinta juga termasuk pada proses hidup DIRIMU. 

Semoga kamu tidak akan pernah mengatakan

                  "Aku pernah mencintai diriku"

Tapi selalu sadari lah bahwa

                   "Aku selalu mencintai diriku"



Ingat!! melakukan suatu proses tidak hanya dengan pikiran dan perilaku! Tapi juga dengan hati
Cinta akan membawamu pada Dunia yang Begitu Indah

Aug 14, 2012

Bocoran Rahasia Perempuan

Selamat Malam blogger!

Gue ngga tahu juga mau ngangkat topik apa untuk dibahas. Sejujurnya gue juga bingung. Gue lagi bete dan muak nih dengan suatu hal yang abstrak. 

Sssshutttt.....bintang jatuh masuk otak
Eh..mendadak ada ide lewat

Mungkin enak kali yaa kalo gue bahas tentang rahasia perempuan, terutama perempuan seusia gue sekarang. Haa iya nih oke. Gue mau bahas mengenai hal apa saja yang diharapkan para perempuan yang beranjak dewasa muda. Mau tahu engga lo? Check its out!

Pertama. Penghargaan.

Eh, lo! Iya, elo! Lo pada yang ngakak jangan langsung mikir ke uang. Emang lo pikir perempuan baik-baik bisa lo beli pake uang! Ini maksud gue penghargaan untuk dihargai melalui etika sikap.

Perempuan seusia gue itu kebanyakan suka disanjung dan dipuji-puji bak malaikat yang turun dari surga. Nah, gue agak manyun sih ngomongi hal yang satu ini. Karena hal ini nih kesempatan yang sering dicuri para lelaki untuk ngebuat para perempuan sebagian klepek-klepek. Tapi, ngga semua perempuan yaa. Patut digarisbawahi NGGA SEMUA PEREMPUAN. Yaa, perempuan memang dilahirkan dengan hati yang lembut makanya kalo disentuh dengan kelembutan melalui pujian tak ayal refleks berbunga-bunga.

Eh tapi lo para lelaki jangan senang dulu! Terkadang yaa perempuan itu suka akting peran buat menipu kalian kalo dia lagi berbunga-bunga atas pujian atau sanjungan lo yang ntah melalui puisi ataupun kata-kata tersirat lainnya.

Dia bisa aja sok senang atau sok tersanjung depan lo tapi dalam hatinya ngakak ngetawain lo. Ingat, dunia ini adil. Ada yang polos, ada yang setengah polos, dan ada yang beneran ngga polos. Nah yang kedua dan ketiga tuh kurang beruntung untuk lo kelabui dengan pujian. Ingat yaa penghargaan engga hanya sebatas kata-kata atau pujian, tapi bisa lebih dari itu misalnya melindungi :D 
Ahhh...udahlah! Topik melindungi terlalu esensial dan mahal untuk dibahas. Mending lo sekarang siap-siap baca mengenai hal kedua yang diharapkan para perempuan.

Kedua. Pengertian.

W : Harusnya elo ngerti...
M : Ngerti apa? bilang! apapun akan gue lakuin..
W : Masak lo ngga ngerti sih! Ngga pengertian amat!
M : Bukannya ngga pengertian tapi gue ngga tau mesti perbuat apa biar lo ngga marah lagi
W : Ah..dasar emang ngga pengertian! Mikir aja sendiri!! *kabur*

Sering dengar perempuan atau lelaki bicara gitu?  Gue anggap jawabannya

"Iya, dong"

Ngga usah dipungkiri lagi, para perempuan emang maunya dimengerti kayak lagu ada band - karena wanita ingin dimengerti. Kebanyakan yaa para perempuan engga mau blak-blakan ngungkapin apa yang dia mau. Tapi gue ngga pungkiri kalo diluar sana banyak juga wanita yang blak-blakan ngungkapin apa maunya dia, misal mobil, perhiasan, makan direstoran mahal, dan lain-lain *edisimatre*.

Maunya orang lain yang ngerti sendiri. Engga mau dia yang jelasin. Kalo lo bilang blak-blakan lo engga tahu mau ngertiin apa. HAH! Siap-siap aja lo dengerin ngedumel-an atau amarahnya yang nyerocos. Yaa, walaupun lo ngga tau yaaa, saran gue sih lo coba tebak-tebak aja. Walaupun resikonya lo bakal dicap sotoy tapi setidaknya itu mendingan daripada lo udah diomelin, dia pergi, lo ngga tau karena apa. Mending nebak-nebak aja kan. Tenang aja..walapun tebakan lo engga benar seenggaknya perempuan bisa tahu kalo lo ada usaha buat ngeredain omelan dan amarahnya. :D Dan jikalau hoki, siapa tahu tebak-tebakan lo iseng-iseng berhadiah alias kejawab apa yang dia mau. Congratulations.

Tapi, kalo udah nebak-nebak tapi tetep engga kejawab juga ketidaktahuan lo itu. Yaudah, terus bujuk dan rayu dia biar jelasin. Kalo lo rela dan serius sampe bertekuk lutut juga engga apa-apa. Bisa jadi mungkin nanti dia bakalan tetep aja nyerocos, yaudah dengerin aja. Pasang tuh ekspresi lo sebagai good listener biar dia luluh lantak lihat ekspresi lo yang nampaknya serius banget pengen tahu. Anggap aja lah kalo diri lo sedang kepo tingkat akut :D

Ketiga. Perhatian.

Sebelumnya gue jelasin dulu yaa opini gue mengenai garis bedanya antara pengertian dan perhatian. Jadi, pengertian itu posisi lo memahami apa yang dia mau dan harapkan melalui ekspresi mimik muka, body language, ataupun melalui ekspresi lainnya. Sedangkan, perhatian itu posisi dimana lo yang duluan mulai bertindak ke perempuan. Lo yang mulai ngasih aksi yang memberikan respon perhatian dari si dia. Jadi, intinya lo bertindak dan dia yang perhatian. Gitu! get it?

Oke, topik perhatian.
Perhatian itu bisa jadi kunci emas yang bisa membuat para perempuan simpati sama lo. lo pernah ketemu sama perempuan yang cuek abis dan sok jaim banget? Elo pada engga usah takut ngetaklukin simpati si cuek atau si jaim. Yang menantang itu lebih matcho laa yau! Menurut gue, dibalik sisi perempuan cuek atau jaim sebenarnya terdapatnya suatu hal yang dia jaga. Entah itu reputasi, biar sok oke, atau paling umum sih engga mau jadi perempuan murahan. Wajar perempuan begitu, menurut gue malah harusnya begitu!

Lo kasih aja dia terus perhatian everytime, everywhere, dan sampai kapan pun. Hati-hati tuh sama titik jenuh yang nganterin lo ke titik putus asa dan menyerah. Lo bakal rugi! Perempuan jaim dan cuek itu istimewa lho karena banyak tantangan berupa pengalaman berkoban berharga. Engga percaya? Coba aja.
Elo kasih perhatian mengenai apapun dari dirinya mulai dari hal kecil hingga hal besar. Misalnya lo bilang kenapa akhir-akhir ini dirinya tampak kurang senyum, lalu coba tawarkan bantuan apabila dia ada masalah. Yaa gue tau sih, padahal itu kan elo ngarep dapat senyum dari dia kan. Haahaa...

Tapi jangan lupa. Ada perhatian yang simple tapi ngena dihati. Yaitu ucapan peringatan manis disetiap saat. Misalnya saat ibadah, saat makan, saat istirahat malam, atau mungkin saat dia lagi sibuk ditengan aktivitas. Engga apa digencarin aja perhatian kecil-kecil gitu nantinya elo juga bakal menuai hal yang besar. Ingat engga pepatah sedikit demi sedikit lama lama menjadi bukit perhatian. 

Keempat. Komitmen dan kepercayaan.

Mungkin ada yang bertanya-tanya mengapa dua kata ini gue gabung. Alasannya karena dua hal ini berjalan beriringan. Ketika lo engga komitmen atas ucapan atau janji lo sama perempuan, maka otomatis berkurang kepercayaan perempuan sama lo. Menurut gue ya, ini hal esensial banget. Apalagi buat perempuan tipe ambisius kayak gue. Engga ada komitmen, engga ada kepercayaan! Engga ada kepercayaan, engga ada keseriusan! 

Sebagai lelaki, seharusnya lo pada bisa bertanggung jawab untuk membuktikan komitmen sekaligus menjaga kepercayaan. Kalo lo bilang A maka lo harus lakuin A. Kalo emang engga bisa ditepatin pada waktu yang dijanjikan segera lo jelasin melalui fakta biar engga ada kesalahpahaman. Kalo engga yaa gaswat lah.

Kalo elo ragu bisa nepatin apa yang elo bilang, mending elo engga usah coba-coba sok komitmen didepan perempuan!  Jangan pura-pura sok bisa deh. Yang ada entar, komitmen engga dapet, kepercayaan engga dapet, amarah yang dapet :D

Selanjutnya,
Udahan deh yaa.. Cukup ini aja. Ini juga udah lumayan. Kalo lebih banyak lagi gue kasih tahu, yaa gue sebagai perempuan juga rugi lah. Makin banyak aja rahasia perempuan bocor, hahah Just Kidding.

Semoga informasi yang gue kasih bermanfaat buat elo yang lagi pada baca. Bila perlu comment, yaa
monggo!

Jul 2, 2012

Analisis Kasus Sosial untuk Laporan Tugas Mata Kuliah Individu, Kebudayaan, dan Masyarakat


Fenomena Pembacok Polisi Tewas Dikeroyok

                   Dalam kehidupan sehari-hari, terdapat banyak fenomena-fenomena  sosial yang terjadi. Fenomena- fenomena sosial tersebut dapat menyebabkan permasalahan-permasalahan sosial yang terkait dengan masalah-masalah sosiologis. Dalam Detiknews, 22 April 2012, terdapat salah satu masalah sosial yang terjadi yaitu, pembacok tiga polisi yang tewas karena dikeroyok warga. Hal ini dikatakan permasalahan sosial karena terdapat suatu hal yang bertentangan dengan nilai-nilai yang ada yang mempengaruhi bagaimana sikap dan tingkah laku masyarakat. Permasalahan sosial ini, terkait juga dengan masalah sosiologis karena ada pengaruh sosial terhadap tingkah laku dan sikap masyarakat. Permasalahan sosial ini dapat dikaji dalam tiga perpektif yaitu, sosiolologis, psikososial, dan psikologis.
                   Dalam perspektif sosiologis, masalah sosial dijabarkan dalam tiga hal yaitu, teori fungsional struktural, teori konflik, dan teori interaksionisme simbolik. Dalam teori fungsional struktural, terdapat dua konsep penting yaitu struktur sosial dan fungsi sosial (Meinarno dkk, 2011).  Struktur sosial merupakan pola tingkah laku sosial yang relatif stabil. Dalam masalah sosial diatas, struktur sosialnya adalah rasa senasib sepenanggungan. Struktur sosial memiliki fungsi sosial sebagai konsekuensi sosial terhadap masyarakat keseluruhan. Fungsi sosial dari struktur sosial tersebut menyebabkan masyarakat merasa bahwa polisi yang mengatur ketertiban lingkungannya mendapat perilaku yang tidak semestinya sehingga masyarakat marah dan melakukan keroyok massa terhadap pembacok polisi. Keroyok massa ini juga disebabkan karena perilaku pembacok polisi tersebut melakukan hal yang bersifat pathologis, tidak berpedoman pada nilai-nilai sosial dan kepercayaan yang ada dalam masyarakat (Soetomo, 1995). Perilaku pembacok polisi tersebut juga merupakan perilaku menyimpang dan disorganisasi sosial yang menyebabkan ketegangan dan ketidaksetaraan sosial. Permasalahan ini dapat diselesaikan dengan cara resosialisai (mendiagnosa masalah) atau dengan preventif rehabilitasi didalam penjara (Soerjono Soekanto, 1982).
                    Bertolak belakang dari teori fungsional struktural, teori konflik fokus pada wewenang dan posisi yang menguntungkan atau merugikan kelompok-kelompok tertentu (Soetomo, 1995). Konflik terjadi apabila ada kepentingan yang tidak sejalan dari berbagai kelompok. Dalam masalah diatas, pembacok polisi kemungkinan merasa tidak setuju dengan negosiasi yang terjadi antara dia dan pihak polisi sehingga dia melakukan pembacokan kepada tiga polisi tersebut. Pembacok tersebut berusaha melindungi hak dan berusaha mengungkapkan emosi yang dia rasakan. Namun, hal ini bertentangan dengan kepentingan masyarakat yang menyebabkan adanya konflik nilai. Konflik nilai ini menyebabkan perbedaan nilai dan kepentingan sosial yang mengakibatkan perubahan yang bersifat radikal yaitu keroyok massa.
                   Keroyok massa ini mungkin menguntungkan bagi sebagian masyarakat yang merasa bahwa perilaku itu pantas dilakukan sebagai luapan emosi dan ganjaran bagi pembacok polisi. Namun, bagi sebagian masyarakat lain, hal ini malah merugikan karena bisa memicu kerusakan pada fasilitas-fasilitas umum dan pencemaran nama baik daerah tersebut. Konflik memang memiliki fungsi negatif sebagai pemicu disintegrasi, akan tetapi juga memiliki fungsi positif sebagai alat pemelihara solidaritas, menciptakan aliansi dengan kelompok lain, dan mengaktifkan peran individu yang semula terisolir (Soetomo, 1995). Walaupun terdapat fungsi negatif, akan tetapi konflik sebaiknya dihindari dengan cara kompromi, asimilasi, atau akomodasi agar tidak menimbulkan hal negatif lainnya.
                   Berbeda dari teori fungsional struktural dan teori konflik, teori interaksionisme simbolik lebih membahas hal yang bersifat mikro dan menekankan pada tiga premis. Blumer (Soetomo, 1995 : 48) menyatakan bahwa tiga premis tersebut yaitu, manusia bertindak berdasarkan makna-makna yang ada, makna tersebut berasal dari interaksi sosial, dan makna-makna tersebut disempurnakan dalam proses interaksi yang berlangsung. Dari kasus pembacok polisi, masyarakat menilai bahwa hal tersebut bertentangan dengan nilai dan norma karena tidak sesuai dengan makna nilai yang telah didapat dari kehidupan berinteraksi sosial. Masyarakat memaknai bahwa hal tersebut sebagai kejahatan dan kekerasaan yang tidak sesuai dengan nilai yang dianut. Keroyok massa tersebut tidak melihat latar belakang masalah sosial melainkan memberikan labelling pada pembacok polisi tersebut bahwa dia melakukan tindakan kriminal berupa kekerasan kepada polisi sehingga bagi sebagian masyarakat layak diselesaikan dengan cara kekerasan.
                   Dalam perspektif psikososial, yang dipandang adalah bagaimana pembacok polisi bertindak dalam kehidupan masyarakat. Memunculkan kemungkinan apakah perilaku pembacok polisi tersebut terkait dengan keterbelakangan mental atau tekanan dari keadaan sekitarnya yang mengakibatkan dia berani melakukan perbuatan kriminal tersebut. Hal ini juga bisa dilatarbelakangi bagaimana pembacok polisi tersebut diperlakukan sebagai anggota dari masyarakat tersebut.
                   Permasalahan sosial tersebut jika dibahas dari perspektif psikologi melibatkan tingkah laku manusia yang dibentuk dan dikontrol dari stimulus lingkungan. Pembacok polisi melakukan hal tersebut dimungkinkan karena aspek psikologisnya mempelajari bahwa jika dia mendapat tekanan yang harus dilakukannya adalah menghilangkan hal yang menekan, dalam kasus tersebut hal yang menekan adalah polisi. Skinner (1938, dalam King, 2011) berpendapat bahwa akan ada perilaku yang berubah apabila stimulus-respon juga mengalami perubahan. Pembacok polisi kemungkinan merasa tertekan ketika diintrogasi saat negosiasi dengan polisi sehingga menyebabkan ketertekanan. Ketertekanan psikologisnya tersebut membuat dia berani untuk membacok polisi yang mencoba menenangkannya.
                   Perspektif sosiologis, psikososial, dan psikologis dapat membantu individu atau kelompok dalam menyelesaikan permasalahannya sehari-hari temasuk masalah pembacokan polisi tersebut. Masyarakat bisa melakukan kompromi atau akomodasi terlebih dahulu terhadap pembacok polisi agar dapat mendiagnosa apa latar belakang pemicu masalah sosial tersebut. Jika memang masalah tak terselesaikan, bisa diselesaikan dengan bantuan pihak yang berwajib agar tidak ada pihak yang dirugikan.



Daftar Pustaka

Abdurrahman, M. N. “Pembacok 3 Polisi di Jeneponto Tewas Dikeroyok”.
King, L. A. (2011). The science of psychology. New York: McGraw-Hill.
Meinarno, E. A., Widianto, B., Halida, R. (2011). Manusia dalam kebudayaan
dan masyarakat. Jakarta: Salemba Humanika.
Soekanto, S. (1982). Sosiologi suatu pengantar. Jakarta: Radar Jaya Offset.
Soetomo, Drs. (1995). Masalah sosial dan pembangunan. Jakarta: PT. Dunia
Pustaka Jaya.

Diam atau Bergerak

Waktu terus berlalu tapi engkau masih disana Hari terus berlalu tapi engkau masih di singgasana Lepaskan singgasana karena engkau perlu ta...