Showing posts with label Insight. Show all posts
Showing posts with label Insight. Show all posts

Feb 11, 2016

Galau Nasib?


Berbicara mengenai galau, tentu akan banyak topik yang dikaitkan. Misalnya galau mengenai karir, cinta, pekerjaan, studi, dan lain-lain. Hmm, pernah kah kamu kepikiran menanyakan beberapa pertanyaan ini, Apa itu galau? Apa yang membuat galau? Apakah galau berbahaya? Sampai kapan galau terjadi? Bagaimana mengatasi galau? Nah, coba saya bantu melalui berbagi beberapa jawaban yang saya temukan.

Menurut saya, galau dapat disederhanakan sebagai perasaan bingung; perasaan bingung akan kondisi yang tengah dihadapi dan dirasakan tidak jelas. Atau istilah Pak Mario Teguh, galau adalah kegamangan rasa. Galau hadir saat kita merasa kurang berdaya untuk melakukan sesuatu. Galau juga bisa hadir saat kita berusaha menghadapi berbagai pilihan yang belum berwujud kepastian. Galau juga hadir saat kita merasa tidak punya cukup kekuatan untuk mengendalikan keadaan. Hmm, jangan kan untuk mengendalikan keadaan, mengendalikan pikiran sendiri saja terkadang kesulitan ya Hehe Ya ini karena sedang galau.

Galau muncul karena kita sedang berpikir keras menemukan solusi namun terjerumus pada sudut pandang negatif. Pernah merasa semakin dipikirkan semakin bingung? Kok malah tidak menemukan solusi? Malah merasa tambah berat hal yang tengah dihadapi? Ya, karena kamu melihat dari sudut pandang negatif. Padahal setiap orang bisa memilih untuk berhenti galau, namun tidak semua orang dapat melakukannya. Mengapa? Karena belum memiliki rasa tahu dan mau secara penuh untuk mengatasi galau.

Nah, kita harus tahu terlebih dahulu bahwa galau bisa disebabkan karena tiga hal. Pertama, kekhawatiran berlebihan karena keinginan yang belum tercapai. Kedua,  penyesalan. Ketiga, merasa gagal. Nah, sekarang yang mana penyebab galaumu?

Pertama, setiap orang akan logis menghadapi suatu hal apabila logika dan hati (perasaan) berjalan seimbang. Saat kita mampu menyeimbangkan antara keyakinan di dalam pikiran dan keyakinan di dalam hati maka yang akan muncul adalah kepercayaan diri. Ketika salah satu tidak seimbang, maka akan lebih banyak kemungkinan hal negatif yang dirasakan. Hal ini bisa muncul apabila keinginan belum tercapai dan timbul perasaan khawatir berlebihan sehingga lebih merasa kemungkinan tidak berhasil. Padahal di lapangan selalu ada kemungkinan berhasil dan tidak. Kenapa harus memusatkan pikiran kepada ketidakberhasilan yang belum tentu pasti? Kenapa tidak memilih yakin bahwa semesta akan mendukung kita berhasil? Semua mulai dari pikiran. Saat memusatkan pada hal positif, tentu akan mampu mengurangi dan menyiapkan diri kita lebih ikhlas menghadapi kegagalan (yang belum tentu juga terjadi). Fokus saja, bahwa akan selalu ada kemungkinan berhasil atau tertunda keberhasilannya. Jadi, lebih baik pilih untuk yakin bahwa keberhasilan mampu kita raih.

Kedua, lalu dengan alasan pernah gagal, bolehkah menyalahkan keadaan di masa lalu? Hanya orang ikhlas yang mampu melihat masa lalu sebagai pembelajaran. Kita boleh menyesal, akan tetapi bukan untuk menyalahkan “Yah, kenapa aku waktu itu tidak melakukan A ya, kenapa B” melainkan refleksi diri “Memang saya menyadari kesalahan itu, sekarang saatnya saya perbaiki keadaan sekarang”. Tidak mudah mengikhlaskan hal yang terjadi apalagi tidak sesuai keinginan kita. Akan tetapi, tidak akan ada yang mampu menjadi penawar penyesalan selain ikhlas. Dan, saat sudah mampu merasa ikhlas selanjutnya fokus untuk melakukan sesuatu di hari ini dan besok.

Ketiga, yang berbahaya. Keinginan sudah tidak tercapai, merasa menyesal, dan sekarang merasa sebagai orang yang gagal. Waduh. Hmm, emang menurut kamu gagal itu apa? Kenyataannya, gagal hanya milik mereka yang menyerah dan tidak berani mencoba. Selama kamu terus berusaha dan menentang ketakutan, kamu akan terus dapat berjalan dan pikiranmu akan hidup. Maksudnya, seseorang merasa gagal karena lelah berpikir, tidak yakin, dan malas mencoba. Lalu seringkali mereka bertanya apa yang harus dilakukan? Apa yang diharapkan? Ya bagaimana mau mengharapkan sesuatu, diri sendiri saja tidak mau menolong dirinya sendiri. Sebagus-bagusnya mentor, guru, tutor ataupun itu, tidak akan mampu membantu siswa didiknya mencapai kesuksesan jikalau siswa didiknya tidak mau berubah dan berani melakukan perubahan. Semua perubahan dan keputusan ada di tangan dirimu sendiri. Jika kamu tidak memilih untuk terus berjuang, lalu siapa lagi yang akan memperjuangkan dirimu?

Di dunia ini, akan selalu ada masalah yang akan dihadapi. Tinggal bagaimana kita menilai masalah, apakah sebagai beban atau malah tantangan. Galau pun akan selalu hadir jika kamu terkungkung dalam pikiran negatif. Mulailah membangun pikiran positif tentang hari ini dan esok. Bangunlah kepercayaan diri dan optimisme dari dalam diri. Tunjukan antusiasme dan gejolak semangat setiap kali melakukan sesuatu. Dan, jangan lupa untuk bersabar. Setelah kamu berusaha, kamu harus mengingat bahwa Tuhan akan menjawab doa usahamu melalui tiga cara; Ya, sekarang; Tidak sekarang; Ada yang lebih baik sedang AKU persiapkan. Jadi, berusahalah dan bersabarlah.
  

Galau yang Wajar, Saat Momen Tengah Berpikir Menemukan Solusi. Itu Tandanya Kamu Hidup. Galau yang Tidak Wajar, Saat Kamu Merasa Tidak Berdaya dan Tidak Merasa Makna Hidup yang Berarti. 

Oct 20, 2013

Belajarlah untuk Memahami Orang Lain

Okey. Hari ini gue baru saja menyelesaikan UTS mata kuliah Psikologi Abnormal. Serem amat namanya! Yeeey! Lo kira dosa apa nyeremin. Bukan itu. Intinya, Psikologi abnormal membahas apa saja yang hal yang berhubungan dengan karakteristik suatu tingkah laku dikatakan normal atau tidak normal (abnormal).

Nah, agak jauh sih nyambungnya. Tapi, hari ini gue mau berbagai bahwa gue makin menyadari, mengapa latar belakang pendidikan bisa jadi mempengaruhi sikap atau tindakan kita sehari-hari.


Ada orang yang berkata,

"Jangan emosian dong, Biasa aja kale. Emosi mulu lo...." (nada suara tinggi)

"Lo kali yang emosian, Lo kenapa marah-marah sama gue" (nada suara ketus)

"Gue ngga marah kok sama lo. Gue nggak marah" (wajah cemberut, mata membelalak)

"Kalian kenapaaaa? Jangan pada marahan dong" (suara pelan dan tersenyum)


Menurut kalian, kalimat ketiga menunjukan kongruen atau kesesuaian ngga antara kata-kata verbal dan ekspresi non-verbal nya? sinkron ngga? Nah, kalau lagi dalam posisi harus memilih percaya verbal atau non-verbal, lo pada milih yang mana?

Jawabnya, nonverbal.

Why?
Jadi, yang namanya gesture atau mimik tubuh mengungkapkan hasil ekspresi diri yang disampaikan informasi dari otak. Otak menerima sinyal dari sensor (panca indera dan kawan-kawan) untuk mengirimkan informasi ke sistem kognitif dan motorik kita. Nah, kalau kata-kata bisa dimanipulasi. Maksudnya, apa yang lo katakan di lidah bisa jadi berbeda dengan kata hati dan pikiran lo. Tapi, apa yang ditunjukan oleh nonverbal, biasanya sangat sulit untuk dimanipulasi atau bohong.

Semakin gue belajar memahami ilmu psikologi, semakin ilmu ini mempengaruhi cara pandang dan sikap gue. Terutama sekarang gue mulai suka banget dengan aliran psikologi humanistik positive psychology Martin Seligman. Apapun yang terjadi dalam proses hidup, gue berusaha  untuk melihat dari sisi positifnya. Bukan berarti gue mengabaikan sisi negatif yaa! :) Begini, lo akan mulai bertindak sesuai arah pikiran lo. Kalo pikiran lo negatif, kemungkinan susah buat tingkah laku mengarah ke positif, kecuali ada hal-hal dari luar diri lo yang mempengaruhi.

Jadi, kalo sama beberapa teman-teman yang satu paham hal ini, biasanya akan berkata


"Ayo dong! Jangan gitu.. emosi negatifnya ngga enak dilihat"

Bukan,

"Jangan emosian yaaa.."


Karena, emosi adalah hasil dari ekspresi perasaan, keyakinan, pikiran, tingkah laku. Emosi bisa positif maupun negatif. Gue mengerti maksud dari kalimat kedua ini adalah jangan menunjukan emosi negatif. Yah, hanya itu.

Sederhana emang. Cuma untuk penggunaan kalimat sehari-hari tentulah terkadang menunjukan sedikit gap antara kedua pemahaman ini.

Sebagai mahasiswa, lo harus mampu memposisikan diri dan menyesuaikan cara mengkomunikasikan pemahaman lo ke lingkungan sekitar. Lo ngga akan mampu terus-terusan memperjuangkan cara lo sendiri tanpa menyesuaikan diri dengan cara lingkungan tempat lo berada. Inget ngga konsep survival of the fittest Darwin? Nah itu dia, kita harus mampu memposisikan diri.

Belajarlah untuk Memahami Orang Lain

Oct 17, 2013

Belajar Menghadapi Masalah Bagaikan Memegang Segelas Air

Nah ini ada cerita yang menurut saya asosiasinya oke untuk terus-terus diingat ketika lagi berhadapan dengan masalah. Semoga kamu dapat deep-insight :)

Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stres, Steven Covey, pakar Leadership-7 Habits, mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: seberapa berat menurut Anda segelas air ini?
Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr. ”Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama Anda memegangnya,” kata Covey.

”Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin Anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat.”
Jika kita membawa beban kita terus-menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya,” lanjut Covey. ”Yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi.”

"Saya ingin mengajak Anda agar kita tidak sepanjang hari terus merasa merana dan memikirkan kesulitan yang sedang kita tanggung. Cobalah meninggalkan beban kita secara periodik agar kita dapat merasa lebih segar, kuat, dan mampu membawanya lagi. Misalnya sebelum tidur tinggalkan dulu beban itu. Apa pun beban yang ada di pundak kita hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi, untuk dipikirkan juga jalan keluarnya".
Saya yakin setiap orang punya masalah hidup masing-masing. Jangan kira orang sukses dan kaya tidak punya masalah. Ya, mereka punya! Anda saja yang tidak tahu urusan pribadi mereka. Masalah kita sendiri, bagi kita begitu berat, rumit dan memusingkan, seakan tidak ada jalan keluar. Namun jika Anda mencoba melihat orang lain lain yang lebih berat masalah hidupnya, Anda akan merasa beruntung ternyata hidup Anda tidak seberat yang Anda kira selama ini. Semoga analogi segelas air ini bisa mencerahkan pusingnya pikiran Anda dalam menghadapi masalah hidup :)

Cerita ini dikutip dari salah satu teman yang juga mengutip. Boleh banget lho kamu mengutip dan berbagi cerita bermakna ini ke banyak orang. Mari bersama-sama menebarkan kebermanfaatan :)

Jul 6, 2013

Yang Sesungguhnya dalam Proses

Terkadang lo melupakan bahwa ketika lo memulai sesuatu, otomatis lo akan mengakhiri sesuatu yang sama dalam waktu yang bersamaan. Memulai dan mengakhiri mungkin bisa dihitung dan diingat hasilnya dengan jelas, sekaligus bisa kita repression. Akan tetapi, sesungguhnya proses yang hadir dan berlangsung dalam rangkaian waktu yang diluar kuasa lo akan lebih berharga dan terkenang bagi masa depan. 

Ketika lo mengabaikan proses yang sedang terjadi sekarang, maka ingatlah bahwa ada ketidakjelasan yang kemungkinan hadir didepan mata :D

May 22, 2013

Cara Agar Pulsa IM3 Tidak Berkurang Sendiri untuk Pengguna Blackberry

Jadi..
Akhir-akhir bulan ini gue merasa kebingungan dikarenakan pulsa gue ngilang entah kemana. Pulsa 25.000 biasanya hanya bertahan dalam 3 hari. Pulsa 50.000 hanya untuk seminggu. Bukan karena gue pake telepon atau sms, melainkan kesedot untuk hal yang sesungguhnya juga ngga gue ketahuin.

Bulan ini gue semakin compulsif untuk nge-cek pulsa. Pukul 17:32 WIB gue lihat pulsa gue sisa Rp 22.919. Kemudian 17:32 WIB selanjutnya gue cek pulsa gue bersisa Rp 22.499. Selanjutnya lagi gue cek pukul 19:00 pulsa gue bersisa Rp 20.323. Setelah itu gue ngga ngecek pulsa lagi. 

Esok harinya, 05:30 WIB gue cek pulsa bersisa Rp 13.909. Akhirnya gue menyimpulkan selama ini gue ngga salah bahwa pulsa gue emang hilang entah kemana. Setelah mencoba mencari cara ternyata setting APN gue salah.

Nah, ini settingan APN blackberry untuk OS 6 agar pulsa im3 tidak berkurang dengan sendirinya.

PERTAMA : buka OPTIONS >> DEVICE >> ADVANCED SYSTEM SETTING >> TCP IP { lihat gambar dibawah dan ikuti ,check list APN Setting Enable, pada APN isi dengan Blacberry.net,, APN Authentication Enable ga usah di Check List}

Cara Setting APN Access Point Name Pada BlackBerry


KEDUA : buka OPTIONS >> DEVICE >> ADVANCED SYSTEM SETTING >> SERVICE BOOK
pada SERVICE BOOK cari WAP2 Transport, kemudian DELETE.



KETIGA : buka OPTIONS >> DEVICE >> ADVANCED SYSTEM SETTING >> BROWSER PUSH

PUSH SERVICE

  • Enable Push (CheckList)
  • Enable MDS Push (CheckList)
  • Enable WAP Push (DON'T Check)
  • Allow WAP Push Applications (DON'T Check)


Nah, semoga bermanfaat bahan sharing gue kali ini. 



Sesungguhnya Setelah Kesulitan Akan Ada Kemudahan

May 21, 2013

Ekstrovert Intuitif

Sekarang bukan lagi tentang melengkapi, melainkan kembali menjadi perbedaan dan persamaan yang menjadi dua komponen yang terpisah. Sebenarnya bukan kembali lagi sih, tapi lebih tepatnya berubah menjadi hal yang lain. Riweh sih membicarakan hal yang cukup krusial di waktu yang sangat tidak tepat. Tapi, lebih riweh lagi ketika lo mencoba memperjuangkan sesuatu tapi malah harus terhenti tanpa alasan yang kuat dari dalam diri lo. 

Berbicara mengenai yang telah terjadi, berbicara juga mengenai pilihan dan yang dipilihkan. Sedikit kecewa sih ketika  mulai menyadari bahwa pilihan yang lo tetapkan terlambat diimplementasikan. Tapi yang paling mengecewakan adalah menyerah sebelum berjuang, menyerah sebelum melakukan, mengatakan tidak sebelum lo mencoba apa yang sebenarnya masih memungkinkan dilakukan. 

Paham kok, membangun proses berguna untuk melengkapi setiap puzzle cerita yang masih belum berbentuk kepastian. Sesungguhnya proses menghadirkan hasil. Ketika lo memilih "TIDAK UNTUK PROSES" maka secara tidak langsung menyimpulkan "TIDAK UNTUK HASIL".

Setidaknya, berfokus pada improvisasi hal-hal positif menambah tabung emosi positif dan tentunya mengurangi kuota tabung emosi negatif.

May 15, 2013

Perjalanan Demi MetpenStat III



14 Mei 2013 lalu saya dan kelima anggota kelompok saya melakukan pengambilan data untuk tugas akhir mata kuliah Metodologi Penelitian dan Statistik III di salah satu SD Swasta di wilayah Pejaten Timur. Karena tempat tidak terlalu jauh, saya bersama ketiga teman saya memutuskan untuk naik angkutan umum kesana. Sedangkan dua teman saya lagi mengendarai motor sembari membawa perlengkapan field study yang seabrek. 

Saya dan ketiga teman saya pertama-tama naik angkutan kota 04 dari Jalan Raya Margonda untuk sampe ke Terminal Pasar Minggu. Kebetulan kami mendapatkan angkutan kota yang kosong, sampe wilayah Lenteng Agung angkutan kota hanya berisi kami 4 orang dan satu pria yang duduk dikursi sebelah sopir. Sejauh itu, keadaan dalam angkutan kota masih aman dan nyaman.

Sampe akhirnya di depan Stasiun Tanjung Barat mulai banyak orang menaiki angkot itu. Hingga hanya tinggal satu tempat duduk kosong sebelah teman saya. Beberapa menit kemudian diisi oleh seorang anak kecil berusia  sekitar 10-13 tahun. Anak kecil ini menggunakan baju dan celana yang dekil. Sangat terlihat kakinya penuh kurap dan kotor karena anak ini menggunakan celana pendek selutut. Anak ini juga menggunakan sandal jepit yang telah kotor dan ukurannya jauh lebih besar dari ukuran kakinya. 
Saya sendiri langsung merasa tidak nyaman atas kehadiran anak ini. Awalnya saya dan teman saya mengira anak ini akan bernyanyi untuk mendapatkan uang a.k.a mengamen. Namun ternyata tidak, anak ini hanya duduk diam didalam angkutan kota itu. 

Satu per satu penumpang mulai turun. Kebutulan saya dan Ririe duduk berdampingan di bagian kursi panjang bermuatan 6 orang. Saya duduk tepat dibelakang sopir, sedangkan Ririe berada disebelah kiri saya. Disebelah kiri Ririe duduklah ada anak kecil tersebut. Saya mencoba mengamati anak itu. 

TERNYATA... Yang saya lihat, anak itu berusaha duduk mendekati Ririe. Padahal kursi cukup lapang dan kosong untuk duduk agak berjauhan. Sampe saya melihat tangan kanan anak itu mencoba meraih sesuatu dari saku celana atau tas Ririe. Kemudian mendadak saya kaget ketika Ririe mengatakan,

"tangannya bisa diam ngga!" (menatap kesal kepada anak kecil tersebut)

Saya tersenyum kepada ririe. Langsung saya duduk bergeser agak menjauh agar Ririe juga bisa menjauh duduk dari anak itu. Kemudian Ririe berkata sesuatu kepada saya,

"Udah dari tadi dia gitu sih" (ekspresi nyolot)

Kemudian didepan pintu ada penumpang yang turun dari angkutan kota. Ririe langsung pindah tempat duduk menjauh sembari menatap tajam anak kecil itu. Ririe juga langsung menggenggam dan memeluk tas nya. Anti dan Debbi yang dari perjalanan awal tertidur langsung terbangun dan menatap aneh dengan kelakuan Ririe. 

Saya tersenyum. Jadilah, saya, anak kecil, dan seorang ibu duduk dibangku yang cukup kosong untuk muatan 6 orang. Anak kecil itu duduk tepat disebelah saya. Saya tersenyum meringai sembari menampakan ekspresi disgust.

Anak itu menaikan kaki kanannya keatas kursi sembari tangannya menggaruk telapak kaki dan luka kakinya.  Kemudian karena saya membuang muka sembari makin menampakkan emosi disgust BANGET, anak itu langsung duduk menjauh paling pojok setelah seorang ibu turun dari angkutan kota itu. Jadilah saya hanya berdua bersama anak kecil tersebut dibangku bermuatan 6 orang, dan duduk dipojok masing-masing.

"Ihh.. Yaampun, ini anak merusak pemandangan banget. Wajar aja Ririe kesal dan nyolot. Cengengeasan lagi ke gw sama Ririe. Hueee.. segera dong sampe di terminal pasar minggu!" (gumam saya dalam hati)

Kemudian ketika tiba di terminal pasar minggu, kami langsung mencari angkutan kota 36. 
Akan tetapi,
Sebelum turun saya memperhatikan dengan tajam anak itu terlebih dahulu. Dia tidak membayar ongkos sama sekali. Dia terlihat bingung dan mengamati apa yang saya dan teman-teman saya lakukan. Ririe langsung turun lebih dahulu kemudian saya dan baru giliran dua teman saya yang lain. 

Karena saya mulai merasa makin tidak nyaman, saya langsung berkata,

"Bang, 4 orang ya" (Sembari langsung menaruh uang ongkos dibangku penumpang depan dan mengabaikan sopir yang sedang sibuk mengembalikan uang kembalian bapak-bapak yang juga turun bersamaan dengan kami)

Saya langsung menarik tangan Ririe dan mengajak menjauh dari angkutan itu. Kemudian Anti dan Debbi buru-buru menyusul saya dan Ririe. Saya sudah merasa aman karena kami berjalan sengaja memutari terminal untuk menjauhkan diri dari anak itu. 

"Ih!" (saya kaget ketika menoleh ke belakang dan melihat anak itu mengikuti saya)

“tadi anak itu ngga sopan banget! Dia nyenggol bagian belakang aku” (debbi berbisik)

“Maksudnya mau ngambil sesuatu?” (Anti bertanya)

Kami terdiam.
Saya langsung mengomel dan menggerutu. Ini anak tidak sopan. Membuntuti saya dan teman-teman kemudian melempar senyum-senyum yang tidak sopan.
Ketika kami bertiga berjalan sejajar, Ririe berlari kesal dan paling depan sendirian. Kemudian anak itu mengejar Ririe yang sendirian sambil senyum-senyum. Kami berusaha berlari menjauh, EH dia malah berlari makin mendekati kami. Kami berusaha berjalan lebih pelan dari dia, dia malah berjalan jauh lebih pelan dari kami. Kami melewati selasar terminal, dia mengikuti. Kami berjalan mengarah kolam, dia juga mendekati. Kami berhenti, EH dia juga berhenti.

Yang jelas, dia berada tepat dibelakang kami dan jaraknya tidak kurang dari 300 meter. BAYANGKAN.
Errrgghh, saya sudah pengen meluapkan emosi. Akhirnya saya berkata,

“Kamu ngapain sih ngikutin kami! Ngga sopan banget!” (saya menghardik dia. EH DIA TERSENYUM)

Akhirnya, kami masing-masing memegang tas kemudian memasukan handphone ke tempat yang aman kemudian berlari sekenceng mungkin untuk menjauh. Tapi, mendadak Ririe berlari ke arah yang berbeda. Ririe berlari ke pusat informasi yang tampak ada satpam. Kami heran, kemudian Ririe berkata,

“Aku laporin dia dulu” (Melengos sembari berlari)

Oh, kami mengerti. Ririe mau melaporkan anak itu ke Pusat Informasi Terminal Pasar Minggu. Kami langsung memutar arah dan berlari mengikuti Ririe. Anak itu kembali senyum-senyum tapi berlari menjauh dari kami. Kami makin mendekati arah satpam, kemudian anak itu berlari sangat kenceng sampai tidak terlihat lagi.

Kemudian satpam keluar dan berkata,

“Yang mana anaknya? Dia ngapain kalian?” (tanya satpam)

“Itu Pak dia sudah lari, ngga tau kemana lagi. Takut kayaknya karena mau dilaporin” (timpal saya)

“haha.. emang dari mana dia mulai naik angkot tadi?”

“tanjung barat. 04.” (bersamaan)

“Oh, mungkin dia orang gila kali atau memang mau nyolong” (kata seorang ibu yang sepertinya barusan saja habis melaporkan kehilangan barang)

“Yasudah sekarang kan sudah ngga ada lagi. Emang kalian pada mau kemana?” (tanya satpam)

“ke strada. Mau naik 36” (debbi menjawab)

“Oh yaudah, kalian tunggu disitu saja bentar lagi palingan lewat kok” (satpam menunjuk ke pojok tempat menunggu)

Kami tersenyum lega dan berterimakasih kepada bapak dan ibu yang cukup menenangkan kami.
Diperjalanan kami sangat siaga jikalau melihat anak kecil memasuki angkot yang sama dengan kami. Kami merasa bahwa ini menjadi salah satu hal yang menimbulkan persepsi negatif terhadap anak-anak jalanan. Ya, tapi mau gimana lagi. Karena kami memang mengalami hal yang tidak mengenakan. Ada baiknya sih berpikir positif melihat situasi kondisi dahulu. Tapi, kalau keadaan sudah begitu yaa mau gimana lagi- Ini adalah satu hal yang paling bikin tambah malas dan was-was naik angkutan kota.


May 14, 2013

Percaya

Saya percaya pada apa yang terlihat secara visual dan sinkron dengan perasaan. Memang meyakinkan hati tidak semudah berbicara. Mulut bisa berkata A tapi hati dan pikiran berkata B. Membuktikan memang tidak segampang menikmati hasil pembuktian. Namun, kenyataan proses yang paling manis adalah proses pembuktian. Sesungguhnya manis hadir dari adanya hasil pembuktian yang benar dan nyata.

Jan 6, 2013

25 Alasan Enggan Berjilbab

Beberapa informasi kutipan dari blog lain.

Berikut beberapa alasan anak muda yang enggan berjilbab dan sanggahan halusnya. Semoga yang belum berjilbab mendapat hidayah.

1. Saya nggak mau jilbaban! Jilbaban itu kuno | “Lha, itu zaman flinstones, lebih kuno lagi, nggak pake jilbab”

2. Tapi kan itu hal kecil, kenapa jilbaban harus dipermasalahin?! | “Yang besar2 itu semua awalnya dari perkara kecil yang diremehkan”

3. Yang penting kan hatinya baik, bukan lihat dari jilbabnya, fisiknya! | “trus ngapain salonan tiap minggu? make-upan? itu kan fisik? Dan Islam meyakini bahwa iman itu bukan hanya perkara hati, namun juga ditunjukkan dalam fisik atau amalan lahiriyah. Hati pun cerminan dari lahiriyah. Jika lahiriyah rusak, maka demikianlah hatinya”

4. Jilbaban belum tentu baik | “Betul, yang jilbaban aja belum tentu baik, apalagi yang … (isi sendiri)”

5. Saya kemarin lihat ada yang jilbaban nyuri! | “So what? yang nggak jilbaban juga banyak yang nyuri, gak korelasi kali”

6. Artinya lebih baik jilbabin hati dulu, buat hati baik! | “Yup, ciri hati yang baik adalah jilbabin kepala dan tutup aurat”

7. Kalo jilbaban masih maksiat gimana? dosa kan? | “Kalo nggak jilbaban dan maksiat dosanya malah 2. Malah nggak jilbaban itu dosa besar. ″

8. Jilbaban itu buat aku nggak bebas! | “Oh, berarti lipstick, sanggul, dan ke salon itu membebaskan ya?”

9. Aku nggak mau dibilang fanatik dan ekstrimis! | “Nah, sekarang kau sudah fanatik pada sekuler dan ekstrim tidak mau taat”

10. Kalo aku pake jilbab, nggak ada yang mau sama aku!? | “Banyak yang jilbaban dan mereka nikah kok”

11. Kalo calon suamiku gak suka gimana? | “Berarti dia tak layak, bila didepanmu dia tak taat Allah, siapa menjamin dibelakangmu dia jujur? Dan ingatlah al khobitsaatu lil khobitsiin, perempuan rusak ditakdirkan dengan lelaki yang sama. Demikian sebaliknya.”

12. Susah cari kerja kalo pake jilbab! | “Lalu enggan taat pada perintah Allah demi kerja? emang yang kasih rizki siapa sih? Bos atau Allah? Dan asalnya wanita itu berdiam di rumah: wa qorna fii buyutikunna (menetaplah kalian di rumah-rumah kalian)”

13. Ngapa sih agama cuma diliat dari jilbab dan jilbab? | “Sama aja kayak sekulerisme melihat wanita hanya dari paras dan lekuk tubuh”

14. Aku nggak mau diperbudak pakaian arab! | “Ini simbol ketaatan pada Allah, justru orang arab dulu (di zaman jahiliyah) gak pake jilbab. Syari’at jilbab ini untuk seluruh wanita, bukan hanya Arab sebagaimana ditegaskan dalam surat Al Ahzab ayat 59: “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka".”

15. Jilbab cuma akal2an lelaki menindas wanita | “Perasaan yang adain miss universe laki2 deh, yang larang jilbab di prancis jg laki2″

16. Aku nggak mau dikendalikan orang tentang apa yang harus aku pake! | “Sayangnya sudah begitu, tv, majalah, sinetron, kendalikan fashionmu”

17. Jilbab kan bikin panas, pusing, ketombean | “Jutaan orang pake jilbab, nggak ada keluhan begitu, mitos aja”

18. Apa nanti kata orang kalo aku pake jilbab?! | “Katanya tadi jadi diri sendiri, nggak peduli kata orang laen…”

19. Jilbab kan nggak gaul?! | “Lha mbak ini mau gaul atau mau menaati Allah?”

20. Aku belum pengalaman pake jilbab! | “Pake jilbab itu kayak nikah, pengalaman tidak diperlukan, keyakinan akan nyusul”

21. Aku belum siap pake jilbab | “Kematian juga nggak akan tanya kamu siap atau belum dear”

22. Mamaku bilang jangan terlalu fanatik! | “Bilang ke mama dengan lembut dan santun, bahwa cintamu padanya dengan menaati Allah penciptanya”

23. Aku kan gak bebas ke mana-mana, gak bisa nongkrong, clubbing, gosip, kan malu sama baju! | “Bukankah itu perubahan baik?”

24. Itu kan nggak wajib dalam Islam!? | “Kalo nggak wajib, ngapain Rasul perintahin semua wanita Muslim nutup aurat?”

25. Kasi aku waktu supaya aku yakin jilbaban dulu | “Yakin itu akan diberikan Allah kalo kita sudah mau mendekat, yakin deh”.

Nah wahai saudariku muslimah, tunggu apalagi?

Mengenai kewajiban berjilbab sudah ditetapkan dalam Al Qur’an yang tiap hari kit abaca, di mana Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59). Ayat ini menunjukkan wajibnya jilbab bagi seluruh wanita muslimah.

Ayat lain yang menunjukkan wajibnya jilbab,

وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ …

“Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, …” (QS. An Nur: 31).

Dalil yang menunjukkan wajibnya jilbab juga hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ قَالَتْ أُمِرْنَا أَنْ نُخْرِجَ الْحُيَّضَ يَوْمَ الْعِيدَيْنِ وَذَوَاتِ الْخُدُورِ ، فَيَشْهَدْنَ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِينَ وَدَعْوَتَهُمْ ، وَيَعْتَزِلُ الْحُيَّضُ عَنْ مُصَلاَّهُنَّ . قَالَتِ امْرَأَةٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ ، إِحْدَانَا لَيْسَ لَهَا جِلْبَابٌ . قَالَ « لِتُلْبِسْهَا صَاحِبَتُهَا مِنْ جِلْبَابِهَا »

Dari Ummu ‘Athiyyah, ia berkata, “Pada dua hari raya, kami diperintahkan untuk mengeluarkan wanita-wanita haid dan gadis-gadis pingitan untuk menghadiri jamaah kaum muslimin dan doa mereka. Tetapi wanita-wanita haid harus menjauhi tempat shalat mereka. Seorang wanita bertanya:, “Wahai Rasulullah, seorang wanita di antara kami tidak memiliki jilbab (bolehkan dia keluar)?” Beliau menjawab, “Hendaklah kawannya meminjamkan jilbabnya untuk dipakai wanita tersebut.” (HR. Bukhari no. 351 dan Muslim no. 890)

Dalam Lisanul ‘Arob, jilbab adalah pakaian yang lebar yang lebih luas dari khimar (kerudung) berbeda dengan selendang (rida’) dipakai perempuan untuk menutupi kepala dan dadanya.[1] Jadi kalau kita melihat dari istilah bahasa itu sendiri, jilbab adalah seperti mantel karena menutupi kepala dan dada sekaligus.

Semoga Allah beri hidayah demi hidayah bagi yang belum berjilbab.



Referensi:
http://remajaislam.com/islam-dasar/pojok-muslimah/204-25-alasan-enggan-berjilbab.html

Dec 17, 2011

Allah Itu Selalu Tahu Apa yang Terbaik untuk Hamba-NYa

Hamdalah tidak pernah luput dari bibir saya hingga detik ini.

Hari ini, keinginan yang beberapa bulan lalu hampir benar-benar saya tinggalkan malah terwujud. Terima kasih Allah untuk hari ini atas berkah nya. Saya tahu Allah bukannya tidak mendengarkan do'a hamba nya hanya saja mencari waktu yang tepat untuk merealisasikan nya.

Oct 18, 2011

Perbedaan Tak Kalah Indahnya dengan Persamaan

Gue berteman dengan siapa aja. Gue gak mau pilih-pilih temen. Gue nyadar banget kalo pilih-pilih temen ngebikin gue rugi sendiri. Tau apa rugi nyaa? YUPS, Lo bakal punya temen yang tebatas dan  cuma yang kayak itu-itu doang.  Punya temen yang karakter nya heterogen itu seru lhoo :) lo bakal nemuin pengalaman baru mengenai cara beradaptasi dengan karakter-karakter yang berbeda. Gue gak rekayasa. Karena gue udah ngalami sendiri. Lo boleh coba dulu punya temen yang heterogen karakter sebelum lo mau complain ;p

But, gimana kalo tiba-tiba lo dihadapin sama situasi yang berbeda. Berbeda maksudnya temen-temen lo berasal dari suku bangsa dan budaya yang berbeda. Ini yang susah. Gue gak tahu spesifiknya gimana dari berbagai daerah cara adaptasi mereka. Yang jelas gue selalu berusaha agar menghargai suku dan budaya orang lain yang berbeda. Tapi, kalo mereka yang berbeda bikin Peer Group gimana? Yahhh itu yang bikin Indonesia terpecah belah. Peer group dibolehin selama masih wajar tapi kalo udah etnosentrisme banged siapaa yang dengan mudah bisa nerima. Perbedaan semakin mencolok, lingkungan terbatas, dan yang pasti orang disekeliling yang suku dan kebudayaan yang berbeda akan merasa GAK BANGED. 

Kalo lo berasal dari daerah, lo boleh jalin silahturahmi yang kuat sama temen sedaerah lo. Tapi, jangan batasi diri lo. daerah yaa daerah. Pergaulan lo yaa pergaulan lo. lo tau ngga kalo 

Perbedaan itu relatif menguntungkan kalo bisa menghadirkan chemistry. 

Itu kata-kata  yang gue rangkai sendiri dari pemikiran gue. Semua yang didunia ini kalo ga berbeda itu ga asyik. Semua akan menoton, statis, dan kaku. Siapa diantara lo yang suka kalo semua yang didunia ini sama? Please, your hand! Lo kebayang ngga sih kalo misalnya semua didunia ini sama. Contoh paling simple: Kalo semua didunia ini cewek gimana? atau semua yang didunia ini cowok? kebayang gak sih? 

Tuhan itu Maha Adil. DIA telah menciptakan semuanya terencana dan berpasangan. Dunia ini indah kalo lo bisa tau jalan mana yang tepat buat lo ngedapatin kebahagian JASMANI dan ROHANI. Buat happy kalo Lo bisa nyeimbangin antara jasmani dan rohani lo. Gitu juga dengan perbedaan. Perbedaan itu indah kalo lo udah tau cara yang tepat buat lo menerima perbedaan dan menghadapi perbedaan. Jangan takut menghadapi perbedaan, anggap pebedaan itu sebagai temen lo yang selalu mengingatkan lo bahwa lo itu UNIQUE ! 

Persamaan itu indah tapi lebih indah lagi kalo ada persamaan dan ada juga perbedaan. 

Diam atau Bergerak

Waktu terus berlalu tapi engkau masih disana Hari terus berlalu tapi engkau masih di singgasana Lepaskan singgasana karena engkau perlu ta...