Showing posts with label positive psychology. Show all posts
Showing posts with label positive psychology. Show all posts

Oct 13, 2013

Tahun ke 20 di Dunia

Hari ini, 13 hari setelah tanggal dan bulan kelahiran di dunia ini. Gue merasa semakin bertambah usia di dunia, semakin sulit juga untuk mengingkari karunia-Nya. Alhamdulillah, sejauh ini, gue telah berusaha se-optimal  mungkin berbagi dan memberi apa yang gue bisa lakukan untuk orang sekitar. Gue mengakui, memang masih jauh dari mendekati kesempurnaan. Akan tetapi, gue selalu berusaha kok untuk mendekati kesempurnaan itu. Biarlah Allah SWT yang membalas dan menunjukan kapan waktu terbaik merasakan hasilnya. Jadi, tugas gue sekarang adalah berdoa, berniat, dan berusaha.
......
Bahagia, ada mereka, orang-orang yang membuat gue lebih mudah memaknai dan merasakan hidup yang berbahagia. Gue merasa berbahagia karena gue menginginkan segala apa yang telah didapatkan. Dan, gue merasa sukses karena mendapatkan segala apa yang diinginkan atas izin-Nya. Merasakan mendapatkan energi positif?
......
Sekarang, telah berada dalam area lingkungan hidup yang sudah semakin melebar. Ucapan semoga semakin bertambahnya umur semakin berkah juga semakin bertambah kuantitasnya.

Nah, ada beberapa ucapan yang membuat gue tersipu dan terdiam.

Keluarga. Bukanlah tipe keluarga yang suka merayakan ulang tahun dengan berpesta-foya. Biasanya cukup dengan salam dan diucapkan doa-doa yang semakin membuat tergerak untuk memaknai hidup dengan indah. Kali ini, tahun ketiga diucapkan melalui telepon genggam karena terpisah jarak. Ya Allah, Senantiasa lindungi keluargaku.

Sahabat sekolah. Kami berbeda, tapi kami menyatu. Kami menyatu, tapi kami berbeda. Walau dipisahkan oleh jarak, momen-momen penting satu sama lain seperti ini tidak akan terlupakan. Lucunya salah satu dari sahabat gue ini, ulang tahunnya satu hari setelah gue ulang tahun. Lucunya lagi sikap kami kurang lebih sama, jutek, cuek, ambisius, gengsi-an, suka kegiatan sosial, suka menari, dan sebagainya. Oh ya, terkadang ketika gue punya pacar, hampir barengan dengan waktu dia punya pacar juga. Terus, kalo gue putusan, biasanya waktunya ngga jauh dari dia putusan juga. hahahah bercanda. Itu hanya sekedar asosiasi ngga nyambung. Kalo hari ini gue ulang tahun, pasti malamnya gue akan nahan tidur untuk berbagi tawa dan ucapannya dengannya. Dan, Alhamdulillah, kami masih diberikan kesempatan untuk berbagi kebermanfaatan di dunia.

Sahabat organisiasi. walaupun ambisius, gue tidak terlalu gila mengikuti organisasi yang terlalu banyak kok. Nah, kadep salah satu organisasi gue, beserta staff memberikan hadiah yang membuat gue terharu. Malam itu pas banget depan gerbang komplek perumahan, kita berpapasan, gue pulang ke kosan, mereka pulang kerumah hahahha Mereka ngga ngomong apa-apa lho, cuma senyum terus ngacir kabur. Jujur, gue sangat terharu. Saat itu udah mau tengah malem sih, karena gue pulang terlalu malam sehingga mereka hanya meletakan ucapan doa, hadiah, dan kue di depan pintu saja. Setau gue, minggu itu jadwal kuliah dan tugas mereka pada padet, gue paham itu. buktinya kumpul saja membahas program kerja susah sekali, selalu by whatsapp or bbm. Gue terharu mereka tetep menyempatkan malem-malem menunggu, maaf yaa gue kemaleman pulangnya.

Sahabat Ninja. Ini nih mereka orang-orang belakang layar dibalik kegemaran gue dengan bisnis. Misi kita sama to be entrepreneur tapi pada bidang masing-masing. Hari itu banyak yang nyeletuk muka gue kusut dan kayak banyak pikiran, termasuk salah satu dari mereka bertanya "Sakit yaa? Kok agak beda". hahaha hanya bawaan karena gue lagi sulit bagi waktu untuk beraktivitas aja kok. Salah satu dari mereka ada yang bawa pacarnya lho, dan pacarnya gue panggil "Tante" hihihii Mereka ngasih surprisenya pinter banget, gue bener-bener ngga sadar kalo sedang mau dikasih sesuatu. Orang tiba-tiba dateng dan nyampiri gue dikantin dan teriaakkk "SELAMAT ULANG TAHUUUUNNN!!!" Itu mendekati adzan maghrib lhooo.. EHmm, Makasih yah atas waktu dan rasanya.

Sahabat koplak. Ini para calon sarjana psikologi semua (antara akhir tahun 2014 atau pertengahan tahun 2015, Aamiin). Mereka ngakunya merasa bersalah banget karena memberikan sesuatu ini telat ke gue. Kocaknya mereka sudah menyiapkan misi ini jauh dari sebelum hari ulang tahun, dan beberapa hari setelah hari ulang tahun gue, membuat grup whatsapp dengan nama "NebusDosaKeMayang" KOPLAK NGGAK? Hahaha mereka sudah berulang kali mencoba memberikan kejutan ke gue, tapi waktu selalu belum berpihak. Ada karena gue yang sibuk sampe tengah malem lah, ada yang mereka sibuk lah, ada yang karena tugas deadline mendadak lah, ada yang karena ada-ada lah haha

Jadi, all to well malem itu gue bengong karena sewaktu buka pintu ada pancaran api di pintu kamar. SHOCK? IYA DONG! Kali aja kebakaran, duh jangan sampeee! Back to the topic. Eh, saat noleh tiba-tiba diteriakin "SELAMAT ULANG TAHUN!!" Ohalah makasih yaa koplak. Mereka langsung masuk kamar, curcol rasa bersalah mereka, sembari menceritakan hal-hal koplak dibalik persiapan malam itu. Gue bengong lagi, soalnya beberapa menit sebelum itu baru saja mau istirahat malam, pikiran sudah rada ngga fokus. Akhirnya karena udah tengah malem juga, sekalian deh malam itu dihabiskan dengan sharing apa pun. Dan selalu, ada saja di bagian sharing yang memicu adu persepsi. Gue sih ketawa aja akan hal itu, wong kita berasal dari berbagai daerah dan budaya yang berbeda.

Alhamdulillah, hingga detik ini masih Engkau berikan kesempatan untuk berbagi senyum dengan sesama. Setiap senyuman yang terpancar ini sesungguhnya karunia-Mu. Senyuman yang membawa keikhlasan untuk berbagi dan merasakan makna hidup yang berbahagia :D Tidak akan ada hal yang tidak bermakna  melainkan tercipta dengan maksud dan tujuan tertentu.

Hindari mengatakan "Saya menyerah" atau "Hal ini sia-sia" atau "Tidak ada gunanya!!". Sesungguhnya, kamu cuma butuh waktu dan proses untuk membuka pikiran dan memahami bahwa "Ini seperti ini hanya karena saya belum memahami maksud dan tujuannya saja"



Aug 21, 2013

Terurai Cerita Dibalik Kuliah Kerja Nyata Tematik Universitas Indonesia 2013

Satu bulan lebih saya hidup dan beraktivitas setiap harinya bersama orang-orang yang membawa satu visi, yaitu berharap apa yang dilakukan memberikan perubahan positif di masa depan. Bisa dikatakan bahwa kehidupan K2NT lebih banyak mengasah ketajaman perasaan dan pola pikir ini. Sesungguhnya terlalu banyak makna proses hidup yang dijalankan tiap harinya sehingga tak jarang sulit dilukiskan sepenuhnya melalui kata-kata.
Ya, bukanlah pemandangan yang jarang saya melihat ekspresi teman-teman atau pun masyarakat yang menggambarkan perasaan yang tengah dirasakan. Tak jarang saya menyaksikan lalu-lalang berbagai macam emosi ini begitu saja, baik yang menyisakan suka maupun duka.
            Akan tetapi, dibalik itu semua setiap harinya selalu ada satu hal yang dapat saya tarik garik lurusnya. Senyuman menghangatkan tanda kesan yang penuh arti. Semangat anak-anak dari awal mengenal kami hingga dalam proses bermain-belajar membuat kami makin teguh untuk meluruskan apa yang masih terkesan bengkok. Disini saya semakin memahami arti mendidik. Sungguh, anak-anak kecil ini mampu menjadi gambaran bagaimana kedepannya hidup ini akan berjalan. Sungguh, semangat baja untuk belajar dan berjalan di garis kejujuran kami tanamkan disini. Melalui senam pemanasan, permainan tradisional dan lirik-lirik lagu yang menyenangkan kami berbagi mengenai maksud menjaga lingkungan sekitar. Betapa keharuan semakin hari kian terpupuk melihat pola pikir dan tingkah laku anak-anak yang menanjak pada tangga positif. Tak bisa dipungkiri, suka duka akan selalu beriringan terjadi. Akan tetapi, bagi saya yang paling penting fokus memaksimalkan hal positif untuk menambah volume positif lainnya sehingga mampu menutupi atau bahkan mengurang hal negatif.
            Keberadaan anak tak akan jauh dari keberadaan sang ibu. Ibu-ibu disini membuat saya seringkali merasa bahwa “hanya memberi tak harap kembali bagai sang surya menyinari dunia” tak hanya berlaku  bagi mereka melainkan bagi saya. Mungkin mereka melihat saya dan teman-teman seperti percikan cahaya yang menyinari harapan-harapan anaknya untuk belajar dan berilmu. Ibu-ibu di Tugu Utara menggandeng erat kami untuk memberikan perubahan di kampungnya sendiri. Keharuan makin dirasakan ketika menyaksikan ibu-ibu disini sudah mulai minimalisasi pura-pura tidak tahu kelakuan membuang sampah sembarangan. Senyum tawa mereka tak kalah bahagianya dengan anak-anak dan KAMI. Masa-masa senyum tawa ini rasanya jauh berlipat ganda dibanding dengan jumlah duka. Sungguh mereka adalah bagian dari orang-orang yang memiliki senyum ini.

            Bersama kesulitan selalu ada kemudahan. Bersama berbagai duka selalu ada suka. Dan kali ini saya diajarkan untuk merasakan suka yang terpaut jauh mengharukan di Tugu Utara 06/04.

Jun 21, 2013

Authentic Happiness, Mengubah Cara Pandang

"Jika hari ini sama dengan hari kemarin, maka kamu termasuk orang yang merugi"

Pernah denger kalimat itu?
Atau malah sering denger kalimat itu?
Kalo gue sih, kalimat itu ngga hanya pernah didenger, melainkan sudah melekat dalam skema pikiran. 

Jadi, Gue.....
Paling ngga suka kalo hal yang terjadi sekarang sama gagalnya dengan masa lalu. Paling ngga suka masa lalu dijadikan alasan kegagalan. Paling ngga suka mengungkit hal-hal buruk masa lalu tanpa melihat hal-hal positif yang berada dibalik itu semua. Paling ngga suka melihat hal dalam masa lalu hanya dari satu sudut pandang. Paling ngga suka hanya berkomentar dan mengkritik, TANPA MELAKUKAN PERUBAHAN. Paling ngga suka memaksakan kondisi yang menambah banyak hal negatif yang terjadi. PALING NGGA SUKA KALO SAMPE MASA LALU MENGGANGGU MASA SEKARANG.

Ketika masa lalu sudah terlewati, berarti lo memiliki masa sekarang untuk melakukan sebuah PROSES PERUBAHAN? BUKANKAH BEGITU? Yaa, walau mungkin setiap orang memiliki definsi PROSES yang berbeda-beda. 

Kalo gue sih, sekarang baru mulai mengakui bahwa yang kesalahan di masa lalu, bukan gara-gara DIRI  LO SENDIRI, atau ORANG-ORANG DIMASA LALU, atau LINGKUNGAN MASA LALU, atau, NASIB DI MASA LALU, atau WAKTU DI MASA LALU, melainkan karena CARA PANDANG ELO


Tere Liye, novel 'Daun yang jatuh tak pernah membenci angin'; 
"Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan, mengikhlaskan semuanya.

Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawa pergi entah kemana."


All to well, cara pandang gue sekarang memunculkan authentic happines tersendiri. Menurut Seligman (2002), meskipun masih banyak hal yang tidak dapat dikontrol,  akan tetapi hal yang dapat kita kontrol adalah cara pandang. Masalah atau kejadian se-negatif apapun kalo kita bisa mengatur cara pandang kita menjadi positif dan menghasilkan persepsi positif, tentunya hal itu akan kita anggap menjadi hal biasa dan tidak menyulitkan hidup kita.

Ketika ada kesalahan atau kejadian buruk di masa lalu, maka jangan mengutuk semua hal di masa lalu. Cukup satu, salahkan cara pandangmu yang salah di masa lalu. Fokus pada hari ini untuk mengubah cerita di hari esok. Jangan pernah menutup diri dari pengalaman masa lalu! Karena, sesungguhnya masa lalu lah yang menghadirkan cerita hidupmu di hari ini. Ketika masa lalu mu berbeda tentu cerita dihari ini juga berbeda, right? Menyalahkan dan mengutuk kesalahan lo di masa lalu sama saja seperti menyalahkan dan mengutuk keputusan dirimu sendiri di masa lalu. Terima lah dengan ikhlas kesalahan atau kekonyolan di masa lalu atau kejadian yang telah terjadi. Tapi, jangan pernah menerima KESALAHAN DALAM CARA MEMANDANG.

Kebahagiaan adalah menginginkan segala hal yang telah  didapatkan. Kesuksesan adalah mendapatkan segala hal yang diinginkan. 


May 21, 2013

Alumni Gathering CEDS UI 2013

21 Mei 2013.

Minggu ini penuh deadline setiap harinya. Selalu ada kewajiban yang harus dikeluarkan (as usual). Entah itu tugas kelompok, tugas individu, kuis, atau pemahaman materi yang diuji di kelas. Setiap mata kuliah, bisa dikatakan ada tugas. Kecuali, mata kuliah Pengantar Pengukuran Psikologis (P3). Dosen gue adalah Bu Derry. Bisa dikatakan bahwa Bu Derry adalah salah satu dosen yang loyal dan sangat mengerti dengan keinginan para mahasiswa. Bu Derry jarang sekali neko-neko mengenai tugas, kecuali memang peraturan tertulis dari koordinator P3. Gue merasa lebih leluasa bernafas di kelas P3 yang paling nyantai, bisa sambil nge-blog, baca  buku cetak mata kuliah lain, mengobrol, dan mondar-mandir sesuka hati. Mengobrol dan mondar-mandir sebenarnya bukan tingkah laku gue sih hehe

Back to the topic.

18 Mei 2013. Tiga hari yang lalu, salah satu program kerja divisi gue di CEDS UI, Public Relation (PR) untuk pertama kalinya menjalankan acara eventual. Maklum, kebanyakan acara kami tentatif mengingat peran sebagai penjaga relasi. Ceeilleeh bahasenye...

Jadi, all too well, Alhamdulillah Alumni Gathering versi 1 selesai sesuai tujuan.
Diawali dengan sharig-sharing alumni kemudian diakhiri dengan pembentukan kepanitiaan Ikatan Keluarga Besar (IKB) CEDS UI. Dimana nantinya  kepanitiaan IKB ini akan membantu dalam Family Gathering CEDS  UI (Alumni Gathering versi 2) untuk membentuk Ikatan Alumni CEDS UI yang akan diadakan di Bulan September akhir atau Oktober awal. 

Gue bersyukur dan terima kasih kepada tim PR kesayangan. Yang selalu mengerti dan gesit bertindak. Mulai dari PO, Izzah yang sangat tegar dan siap tanggap dari dua bulan yang lalu. Banyak sekali yang dikorbankan oleh anak gue satu ini, waktu, keringat, dan perasaan. Tabah banget kamu, Nak <3 ai lop yu pol, dah! Gue nggak merasa kecewa sedikitpun atas pilihan menjadikan lo sebagai PO.

Selanjutnya, also thanks to Ayu, Wakadiv sekaligus pendamping setia gue baik suka maupun duka. Ayu termasuk young lady yang ajaib. Bisa tidak mati kutu dimana saja, gesit, LINCAH, dan sangat pintar dalam menyimpan perasaan. Tapi, walaupun begitu dia terbuka terhadap saran dan kritik untuk gue :') 

Terimakasih juga untuk Icha, Floren, Munif, Dede, Alfi, Ifti, Dewi, Khansa, Chairul, Setya, dan Aini atas kerjasama, senyum, semangat, dan setiap usaha juga doa yang dikeluarkan. Mereka keajaiban bagi gue. Icha dan Munif yang selalu bisa bikin gue tersenyum dan ketawa melepas beban. Gue suka setiap lelucon, kata-kata konyol, ataupun ekspresi kocak yang mereka lontarkan :') mampu membuat gue dan yang lain tak berkedip. Terima kasih juga buat Chairul, aset berharga buat CEDS UI. Ketika lo pada bosan dan bingung sebaiknya melakukan apa, Nah cukup berikan gitar pada Chairul untuk mengiring setiap lagu yang kita nyanyikan. a.k.a karoke gratis tanpa video dan membaca lirik lagu. 

Berbeda dari yang lain, yang paling melankolis, mudah terharu dan menangis adalah Dewi. Saat teambuilding CEDS UI 2013 gue juga menyaksikan dengan saksama bagaimana Dewi menangis karena tercebur dalam kolam renang yang cukup dalam. Nah, saat evaluasi Alumni Gathering kemarin gue menyaksikan juga bagaimana Dewi terharu atas hasil kerja yang dia lakukan. Duh, anak gue..

By the way, Ada kata-kata Dewi yang buat gue cukup bersedih,

"Kak, nanti aku mau nyoba SNMPTN lagi. Yah, kalo lolos berarti aku engga lanjut lagi.. Soalnya aku bukan milih UI lagi" 

Bakal kehilangan satu anak dong gue. Sejauh ini sudah ada satu anak yang bener-bener menghilang tanpa jejak. Gue berusaha untuk follow up dia kok, tapi apa daya berencana tak semudah melakukan. Read:bukan Dewi!

Dan, yang paling sering begadang serta mondar-mandir, terimakasih Setya. Terimakasih telah mengimplementasikan konsep dekorasi yang gue harapkan. Maafkan gue ya terlalu banyak menyumbang ide sampe lo agak susah bergerak. Sejujurnya gue tahu lo sibuk di BEM UI dan Pimnas. Setidaknya, gue berusaha mengurangi beban konsep lo walau tapi menambah beban teknis yaaak, hehe Good Luck for your Pimnas :D Eh iya, Setya adalah anak gue yang paling sering ngegodain dan tak segan membajak bbm gue! HAHA

Gue mau menceritakan mengenai anak-anak gue yang lain juga sih, tapi sekarang waktu telah menunjukan pukul 00:32 WIB 22 Mei 2013. Tugas kelompok gue belum kelar, menonton temple grandin pun belum kelar. Mungkin dilain kisah dan waktu, gue bakal menceritakan tentang anak-anak gue yang lainnya yaa :D


Terimakasih untuk siapa pun, dimana pun, dan kapan pun yang telah menorehkan cerita dan proses 
Sesungguhnya, gue selalu mencoba melihat dari sisi positif dari setiap pengalaman dan pembelajaran yang gue dapatkan dari kalian 
18 Mei 2013



GOOD NIGHT AND GOOD MORNING.

Diam atau Bergerak

Waktu terus berlalu tapi engkau masih disana Hari terus berlalu tapi engkau masih di singgasana Lepaskan singgasana karena engkau perlu ta...