Satu
bulan lebih saya hidup dan beraktivitas setiap harinya bersama orang-orang yang
membawa satu visi, yaitu berharap apa yang dilakukan memberikan perubahan
positif di masa depan. Bisa dikatakan bahwa kehidupan K2NT lebih banyak
mengasah ketajaman perasaan dan pola pikir ini. Sesungguhnya terlalu banyak
makna proses hidup yang dijalankan tiap harinya sehingga tak jarang sulit
dilukiskan sepenuhnya melalui kata-kata.
Ya,
bukanlah pemandangan yang jarang saya melihat ekspresi teman-teman atau pun
masyarakat yang menggambarkan perasaan yang tengah dirasakan. Tak jarang saya
menyaksikan lalu-lalang berbagai macam emosi ini begitu saja, baik yang menyisakan
suka maupun duka.
Akan tetapi, dibalik itu semua
setiap harinya selalu ada satu hal yang dapat saya tarik garik lurusnya.
Senyuman menghangatkan tanda kesan yang penuh arti. Semangat anak-anak dari
awal mengenal kami hingga dalam proses bermain-belajar membuat kami makin teguh
untuk meluruskan apa yang masih terkesan bengkok. Disini saya semakin memahami
arti mendidik. Sungguh, anak-anak kecil ini mampu menjadi gambaran bagaimana
kedepannya hidup ini akan berjalan. Sungguh, semangat baja untuk belajar dan
berjalan di garis kejujuran kami tanamkan disini. Melalui senam pemanasan,
permainan tradisional dan lirik-lirik lagu yang menyenangkan kami berbagi
mengenai maksud menjaga lingkungan sekitar. Betapa keharuan semakin hari kian
terpupuk melihat pola pikir dan tingkah laku anak-anak yang menanjak pada
tangga positif. Tak bisa dipungkiri, suka duka akan selalu beriringan terjadi.
Akan tetapi, bagi saya yang paling penting fokus memaksimalkan hal positif
untuk menambah volume positif lainnya sehingga mampu menutupi atau bahkan
mengurang hal negatif.
Keberadaan anak tak akan jauh dari
keberadaan sang ibu. Ibu-ibu disini membuat saya seringkali merasa bahwa “hanya
memberi tak harap kembali bagai sang surya menyinari dunia” tak hanya
berlaku bagi mereka melainkan bagi saya.
Mungkin mereka melihat saya dan teman-teman seperti percikan cahaya yang
menyinari harapan-harapan anaknya untuk belajar dan berilmu. Ibu-ibu di Tugu
Utara menggandeng erat kami untuk memberikan perubahan di kampungnya sendiri.
Keharuan makin dirasakan ketika menyaksikan ibu-ibu disini sudah mulai
minimalisasi pura-pura tidak tahu kelakuan membuang sampah sembarangan. Senyum
tawa mereka tak kalah bahagianya dengan anak-anak dan KAMI. Masa-masa senyum
tawa ini rasanya jauh berlipat ganda dibanding dengan jumlah duka. Sungguh
mereka adalah bagian dari orang-orang yang memiliki senyum ini.
Bersama kesulitan selalu ada
kemudahan. Bersama berbagai duka selalu ada suka. Dan kali ini saya diajarkan
untuk merasakan suka yang terpaut jauh mengharukan di Tugu Utara 06/04.
No comments:
Post a Comment