Showing posts with label Agama Islam. Show all posts
Showing posts with label Agama Islam. Show all posts

Feb 8, 2014

Waktu dan Tempat Utama untuk Berdoa

Salah satu dari sekian banyak kebaikan Allah adalah memberikan kesempatan kepada manusia untuk berdoa. Berdoa kadang kala kita hanya menganggap sebagai meminta sesuatu kepada-Nya. Padahal kenyataannya Allah yang meminta kita berdoa sebagai bentuk ibadah kepada-Nya. Mengapa begitu? Karena kita memang membutuhkan Allah SWT Sang Pencipta Kita. dan memang Allah SWT sangat menyukai ibadah tersebut.

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepada engkau tentang Aku, maka sesungguhnya aku sangat dekat (kepada mereka). Aku perkenankan do’a orang-orang yang mendo’a apabila ia memohon (mendo’a) kepada-Ku Sebab itu hendaklah mereka memenuhi (seruan)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk” (Q.S Al Baqarah : 186)

“Dan berfirman Tuhanmu ‘Memohonlah (mendo’alah) kepada-Ku, Aku pasti perkenankan permohonan (do’a) mu itu” (Q.S Al Mu'min : 60)

Wahai manusia, selagi engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, aku mengampuni dosamu dan tidak aku pedulikan lagi dosamu” (HR. At Tirmidzi, ia berkata: ‘Hadits hasan shahih’)

Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir: 60)


Nah, ketika berdoa selama ini atau saat ini, apakah kalian sudah mengetahui waktu dan tempat utama untuk berdoa? Ada loh waktu dan tempat yang mendapat keutamaan doanya diterima Allah SWT.

Waktu-waktu tertentu yang mendapat keutamaan doa diterima oleh Allah SWT: 


  1. Waktu antara adzan dan iqomah. Muhammad Rosulullah saw. bersabda, "Tidak akan ditolak, suatu doa yang  dipanjatkan antara waktu adzan dan iqomah." (HR. Tirmidzi).
  2. Waktu sepertiga malam yang terakhir dan sesudah sholat wajib. Muhammad Rosulullah saw. bersabda, "Tuhan  turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir. Dan berfirmanlah Dia: "Siapa yang berdoa kepada- Ku, maka Aku perkenankan doanya. Siapa yang meminta ampun kepada-Ku, maka Aku ampuni dia." (HR.  Bukhori dan Muslim). Abi Umamah ra. mengutarakan, seseorang bertanya kepada Nabi, ’’Ya Rosulullah, kapankah doa itu paling didengar oleh Allah?’’ Muhammad Rosulullah saw bersabda: ’’Pada akhir malam, dan  sesudah sholat wajib". (HR. Tirmidzi)
  3. Sepanjang hari Jum'at. Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jum’at selesai” (HR. Muslim, 853 dari sahabat Abu Musa Al Asy’ari Radhiallahu’anhu).
  4. Ketika sujud. Muhammad Rosulullah saw. bersabda, "Saat paling dekat antara hamba dengan Tuhannya adalah ketika sedang bersujud, karena itu perbanyaklah doa pada saat itu". (HR. Muslim, Abu Dawud, dan Nasai dari Abu Huroiroh r a)
  5. Saat turun hujan atau menghadapi musuh di medan perang. Muhammad Rosulullah saw. bersabda, "Berdoalah pada waktu doa- doa itu diperkenankan Tuhan, yakni pada saat berjumpa dengan pasukan musuh, ketika akan melaksanakan sholat, dan ketika turun hujan."(HR. Asy-Syafi’I)

Tempat-tempat tertentu yang mendapat priorotas dari Allah SWT, diterimanya doa adalah: 

  1. di depan dan di dalam Ka’bah.
  2. di Masjid Muhammad Rosulullah saw.
  3. di belakang makam Nabi Ibrohim as.
  4. di atas bukit Shofa dan Marwah.
  5. di Arofah, di Mudzalifah, di Mina, dan di sisi jamarot yang tiga.
  6. Di tempat-tempat yang mulia lainnya seperti Masjid dan Musholla.



Salah satu wujud kebaikan Allah SWT adalah memberikan kesempatan manusia
Meminta = Doa = Ibadah


*Postingan ini berdasarkan beberapa sumber informasi dan liqo yang pernah saya ikutin. Masih`banyak ayat atau hadis yang membicarakan mengenai hal diatas. Silakan saling memperkaya informasi :)

Jul 2, 2012

Lembar Tugas Mandiri (LTM) MPK Agama Islam Part 3


Hubungan Antara Kasus “Hedonisme dan Kerapuhan Karakter Bangsa” dengan Agama Islam, Budaya, dan Seni
Oleh Salsabila Mayang Sari, 1106001920

Judul               : Wawasan Islam: Pokok-pokok Pikiran Tentang Islam dan
               Umatnya
Pengarang       : H. Endang Saifuddin Anshari
Data Publikasi : Wawasan Islam: Pokok-pokok Pikiran Tentang Islam dan
  Umatnya, H. Endang Saifuddin Anshari, Jakarta, Rajawali,
  464 hlm.

Dalam kehidupan sehari-hari, agama dan budaya saling berhubungan erat. Hubungan antara kedua hal ini dapat menghasilkan kebudayaan agama. Kebudayaan agama merupakan kebudayaan yang dilandasi agama. Dalam kasus “Hedonisme dan Kerapuhan Karakter Bangsa”, agama islam berhubungan dengan dua hal, yaitu hedonisme dan seni. Seni merupakan manifestasi dari budaya. Dalam kasus tersebut seni dimanifestasikan dalam trend menggunakan barang-barang mewah dan gaya hidup ala budaya asing. Hal ini malah akan menghasilkan sikap hedonisme yang tidak sesuai dengan ajaran agama islam.
Dari kasus tersebut, seni dijadikan sebagai ajang pamer yang menimbulkan sikap hedonisme. Hal ini bisa dilihat dari renovasi toilet DPR, renovasi ruang Badan Anggaran (Banggar), dan rumah-rumah elite yang terdapat mobil mewah berbagai merek dari luar negeri. Islam tidak mengajarkan manusia untuk hidup berlebihan melainkan berkecukupan saja. Jika mereka menganggap semua hal itu sebagai manifestasi budaya seni, maka hal itu bertolak belakang dengan ajaran islam. Berkreasi seni memang merupakan jawaban positif terhadap panggilan yang lebih menghidupkan. Memang kesenian pada dasarnya mubah, jaiz, boleh. Hal-hal lain yang di luar seni itu sendiri yang dapat membawa perubahan terhadap penilaian hukum, misalnya dari mubah ke makruh. Namun dalam Islam, seni akan bernilai ibadah jika: ikhlas (sebagai titik tolaknya), mardhati ‘Ilah (sebagai titik tuju), dan amal shaleh (sebagai garis amal). Jadi, budaya seni yang mereka lakukan malah hanya menghasilkan sikap sombong dan peduli akan kesenangan saja bukan sebagai titik tolak untuk beramal dan mencari ridho Allah.
Islam menyuruh umatnya untuk bersilahturahmi, saling tukar pengetahuan (Qs.22:46). Namun, hal itu tetap harus sesuai dengan hal yang positif berdasarkan islam yang dapat menimbulkan budi-pekerti, sopan-santun, lemah-lembut, dan tidak menimbulkan rangsangan syahwat. Menggunakan produk luar negeri seperti jeans, musik pop, transportasi, dan alat komunikasi memang diperbolehkan (mubah). Namun, harus sesuai dengan batasan-batasan islam. Menggunakan produk asing untuk meningkatkan kebutuhan hidup memang baik, namun jangan melupakan kebudayaan daerah setempat. Hal ini dapat menghambat kekreatifitas orang setempat karena mayoritas lebih suka menggunakan daripada menghasilkan. Allah SWT menyuruh umat-Nya untuk mengemban ilmu agar dapat mencukupi kebutuhannya sendiri melalui kekreatifitasnya sendiri.
Adapun nilai dan faktor-faktor dalam Islam yang mendorong pemeluknya untuk menciptakan Kebudayaan Islam, antaranya Islam menghormati akal manusia, menyuruh manusia mempergunakan akal untuk memeriksa dan memikirkan keadaan alam (Qs.3:3:189-190). Islam mewajibkan tiap-tiap pemeluknya untuk menuntut ilmu (Qs.58:11). Islam melarang seseorang untuk bertaqlid buta, menerima sesuatu tanpa diperiksa terlebih dahulu (Qs.17:36). Islam mengerahkan umatnya untuk menciptakan hal baru. Islam menyuruh pemeluknya untuk mencari kerelaan Tuhan (Qs.28:77). Islam menyuruh umatnya untuk bersilahturahmi, saling tukar pengetahuan (Qs.22:46). Islam menyuruh memeriksa kebenaran walau datang dari kaum yang berbeda bangsa dan kepercayaan (Qs.20:17-18).
Karya-karya seni bagi kaum muslimin telah banyak diciptakan seperti bangunan masjid dengan arsitektur yang indah, kaligrafi, MTQ, nasyid, seni rabana, dan sebagainya. Jadi, islam tidak menentang manusia untuk menciptakan budaya akan tetapi memang harus sesuai batasannya. Untuk mengatasi keterpurukan karakter bangsa, pemerintah harus membiarkan kebebasan kreatifitas masyarakatnya untuk meningkatkan integritas bangsa. Akan tetapi, hal tersebut harus ada peraturan yang teratur dan sesuai dengan hukum negara dan agama agar sikap hedonisme tidak semakin merapuhkan karakter bangsa.







Lembar Tugas Mandiri (LTM) Agama 2


Saya tak tahu benar atau tidaknya ini bentuk LTM agama yang sah atau tidak. Untuk panduan pembuatan LTM yang diajarkan dikampus, bentuk dibawah ini tak diperbolehkan karena berbentuk point-point. Tapi, karena sudah kejar deadline jadinya saya membuat seperti ini. The Power of Kepepet :)



Implementasi Aqidah dalam Kehidupan Sehari-hari
Oleh Salsabila Mayang Sari, 1106001920


Judul               : Islam Agama Universal
Pengarang       : Dr. Kaelany HD., MA
Data Publikasi : Islam Agama Universal, Dr. Kaelany HD., MA, Jakarta, Midadah  
  Rahma Press, xiii + 397 hlm.

Kehidupan sehari-hari manusia berkaitan erat dengan kepercayaan mengenai siapa yang Maha Kuasa menciptakan dan mengatur segala isi yang ada didunia ini. Dalam islam, kepercayaan tersebut disebut iman. Iman berkaitan dengan aqidah yang merupakan pernyataan iman yang teguh dan kuat seorang mukmin yang telah mengikatkan diri atau membuhulkan (aqada) jiwa dan dirinya kepada Allah, Pencipta. Cara implementasi dari aqidah tersebut dalam kehidupan sehari-hari melalui tauhid. Sikap-sikap tauhid menuntun manusia sebagaimana seharusnya bersikap sebagai khlaifah dimuka bumi ini.
Kaelany (2010) berpendapat bahwa keimanan kepada Allah berintikan tauhid, yaitu kepercayaan, pernyataan, dan sikap mengesakan Allah. Tauhid dibagi dalam tiga jenis, yaitu tauhid uluhiyah, tauhid rububiyah, dan asma wa sifat. Adapun implementasi aqidah (tauhid) tersebut sebagai berikut.
  1. Manusia tidak dibenarkan memutlakkan sesuatu apapun selain Allah. Dan wajib mengakui Tuhan Yang Maha Esa mutlak serta tidak dapat dijangkau oleh akal manusia.
  2. Tuhan tidak dapat dilihat, tetapi harus diinsyafi bahwa Dialah asal dan tujuan hidu untuk memperoleh perkenan dan ridha-Nya.
  3. Tuhan telah memuliakan manusia, maka manusia harus menjaga harkat dan martabatnya dengan tidak menempatkan alam atau gejala alam atau menempatkan sesorang lebih tinggi dari orang lain melalui tirani atau metologi.
  4. Perbedaan warna kulit, suku, ras, bahasa, bangsa adalah kehendak Allah agar manusia saling mengenal dan berlomba berbuat kebaikan. Allah tidak membedakan derajat manusia kecuali dari tingkat ketakwaannya.
  5. Manusia diberi wewenang untuk mengamati alam raya dengan penuh aspirasi untuk menghayati keagungan Tuhan.
  6. Dalam Manusia harus bersikap takwa, merasa, dan menyadari akan kehadiran Tuhan dimanapun berada dengan memelihara hubungan kepada-Nya (hablun minallah) dan dengan sesama manusia (hablun minannas) serat alam semesta dengan berbuat baik (amal shalih).
  7. Meyakini bahwa segala perbuatan manusia akan diperhitungkan besar, kecil, baik, dan buruknya.
Maka dari itu, manusia hendaknya mengimplementasikan aqidah berdasarkan sikap-sikap tauhid agar dapat memberantas dan menghapuskan perilaku dan praktek syirik (lawan dari tauhid).



Saran saya sih, selalu usahkan membuat LTM berupa paragrap deskripsi bukan point-point :)

Lembar Tugas Mandiri (LTM) Agama 1


Manusia Menurut Proses Kejadiannya Secara Islam
Oleh Salsabila Mayang Sari, 1106001920


Judul               : Kejadian Manusia Menurut Sains dan Al Quran
Pengarang       : Drs. Machmun Husein
Data Publikasi : Evolusi Manusia dan Konsepsi Islam, Prof. Dr. T. Jacob Ms.
  M.D., Ir. H. Basit Wahid, Ir. R.H.A. Syahirul Alim Msc., Drs. 
  Machmun Husein, Bandung, Risalah Bandung

Ada berbagai pendapat mengenai proses kejadian manusia, salah satunya adalah teori evolusi Darwin. Teori evolusi Darwin mengungkapkan bahwa manusia merupakan proses perubahan fase-fase dari kera ditentang secara tegas oleh para ulama islam. Pandangan teori evolusi Darwin tersebut ditentang karena tidak sesuai dengan asal mulanya penciptaan manusia secara islam berdasarkan Al-Quran.
Berdasarkan agama islam, proses penciptaan asal mulanya manusia tertuang dalam Al-Quran. Al-Quran mengajarkan bahwa manusia adalah makhluk yang berbeda dari makhluk lainnya. Perbedaan yang paling mendasar terletak pada peniupan roh kedalam tubuh manusia oleh Allah, yang mana hal ini tidak dilakukan oleh Allah kepada makhluk lainnya (Sad(38):71-72). Manusia diciptakan berasal dari saripati tanah yang terdapat dalam tubuh manusia sebagai nuah (air yang berisi spermatozoa atau disebut sperma). Proses penciptaan manusia juga tidak mengalami evolusi-evolusi fase kejadian manusia seperti teori Darwin melainkan diciptakan melalui pembiakan (talqih) didalam rahim wanita setelah terjadi proses pertemuan sperma dari laki-laki dengan sel telur dari perempuan dalam qarar (rahim atau kandungan). Berdasarkan Al-Quran, proses tersebut diawali oleh nuthfah sebagai alaqah yang berbentuk gumpalan darah (Al-Alaq(96):2) yang berubah menjadi daging kental, daging, dan tulang belulang. Kemudian tulang tersebut dibungkus oleh daging yang akhirnya berwujud manusia sempurna yang telah berkepala, berbadan, bertangan,dan berkaki (Al-Mu’minun(23):12-14). Penciptaan manusia pertama yaitu adam juga ditegaskan bahwa berasal dari tanah (Ali’Imran(3):59). Asal mulanya manusia yang berasal dari tanah liat kering dan lumpur hitam yang diberi bentuk serta ditiupkan roh ke dalam badan juga ditegaskan dalam Al-Hijr(15):28-29. Allah berfirman bahwa manusia berasal dari tanah liat (As-Saffat(37):11) dan diciptakan sebaik-baiknya oleh Allah (At-Tin(95):4). Allah memang telah menyusun tubuh manusia dengan seimbang dan sempurna dalam bentuk yang dikehendaki-Nya (Al-Infitar(82):7-8).
Allah memang telah menciptakan manusia sebagai makhluk yang berbeda dari makhluk lainnya. Manusia dengan sempurna diciptakan, mulai berawal dari peniupan roh hingga pembentukan didalam qarar selalu dibentuk sebaik-baiknya oleh Allah. Hal ini menunjukan bahwa teori evolusi Darwin yang mengatakan bahwa fase-fase kejadian manusia itu dapat terlihat jelas ketidaksesuaiannya berdasarkan Al-Quran.






Diam atau Bergerak

Waktu terus berlalu tapi engkau masih disana Hari terus berlalu tapi engkau masih di singgasana Lepaskan singgasana karena engkau perlu ta...